POJOKBOGOR.id - Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyebut Jawa Barat telah memasuki musim penghujan dan diperkirakaan puncak musim hujan terjadi pada Januari-Maret 2024.
Berdasarkan dari data pusat vulkanologi dan geologi mitigasi bencana terdapat 473 kecamatan dari 627 ini sebesar 75 persen di 27 Kabupaten/Kota di Jawa barat rawan bencana
Di mana di Jawa Barat, memiliki potensi gerakan tanah menengah dan tinggi, artinya akan terjadi ancaman bencana, seiring dimulainya musim penghujan.
Baca Juga: Kerangka Manusia Ditemukan dalam Sumur Sekolah
"Tentunya kita harus bersinergi, pemerintah, tni, polri, pemda Kabupaten/Kota, unsur ormas, dan semua komponen masyarakat melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana yang bersifat cepat tepat dan terpadu sehingga mampu menghilangkan dan meminimalisir dampak bencana," ujar Bey dalam sambutan di zoom meeting dalam Apel Kesiapsiagaan yang digelar di Makodim 0606 Kota Bogor, Jumat (08/12/2023).
"Untuk itu kami telah menerbitkan SK gubernur tentang penetapan status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi serta tanah longsor di Jawa Barat
Oleh karena itu, lanjut Bey, diintruksikan kepada BPBD, TNI polri pemda Kabupaten Kota unsur ormas dan semua komponen masyarakat terkait di jawa barat dapat mendorong dan memastikan bahwa seluruh Kabupaten/Kota yang diprediksi terdapat bencana untuk melaksanakan pemantauan intensif kondisi masing masing wilayah yang berpotensi menjadi sumber bencana dan atau terdapat bencana.
Baca Juga: Gegara Rusak Pipa Milik Perumda Tirta Pakuan RW 10, Satu Keluarga Ini Jadi Tersangka
Dan juga harus menyampaikan informasi ancaman bencana yang dapat dipahami oleh masyarakat.
Persiapan dan pengecekan seluruh sumber dayanya sewaktu-waktu harus dikerahkan dalam penanganan darurat bencana dan juga persiapkan jakur jakur evakuasi dan tempat tempat evakuasi hingga tingkat desa atau kelurahan.
"Juga buatlah rencana kontigensi dari tingkat kab kota hingga tingkat desa kelurahan," ucap Bey.
Bey mengungkapkan keberhasilan penanggulangan bencana ini bergantung pada sistem penanggulangan bencana, sarana sarana penunjang yang mumpuni serta koordinasi yang baik antar stakeholder dan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Untuk itu apel kesiapsiagaan hari ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan prov Jabar dalam menghadapi bencana dan meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dan masyarakat di wilayah rawan bencana
"Tentunya saya mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat atas kerja keras dan pengabdian dan upaya upaya pada saat pra bencana tanggap darurat maupun pascabencana dengan tangkas tanggap dan tangguh," tutup Bey. ***



