POJOKBOGOR.id - Perkembangan isu politik dinasti terus menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Isu politik dinasti sendiri muncul ketika Mahkamah Konstitusi mengabulkan batas usia Cawapres dibawah 40 tahun.

Dan Gibran Rakabuming Raka yang notabene anak Presiden Joko Widodo dipilih menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi, Prabowo Subianto.

Sementara itu, Calon Legislatif (Caleg) untuk DPR RI dapil Kota Bogor-Cianjur, Yane Ardian mengungkapkan bahwa dinasti politik itu itu tidak. Dinasti politik akan salah jika menggunakan dengan cara yang salah.

Baca Juga: Sambut Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Telkomsel Siaga Optimalkan 233 Ribu BTS, Puluhan Program Promo, dan Layanan Pelanggan Terdepan

Dinasti politik itu tidak salah, dinasti politik itu akan salah jika menggunakan cara yang salah.

"Perjuangan saya di legislatif untuk kesejahteraan perempuan dan anak menurut saya tidak ada yang salah Saya berjuang disitu. Yang salah adalah ketika misalnya kang Bima berjuang untuk menjadi gubernur jawa barat saya keukeuh pengen jadi walikota bogor nah itu kan menjadi sesuatu yang dipaksakan," ujar Yane.

Atau, lanjut Yane, misalnya tidak punya kemampuan menjadi walikota seperti yang saya sampaikan, saya tau diri saya tidak bisa menjadi walikota karena standar saya kang bima lalu kang bima memaksakan saya untuk menjadi walikota supaya tidak kemana mana itu yang salah.

Baca Juga: Pemkot Bogor Raih Penghargaan Instansi Pemerintah Implementasi RB Tematik Terbaik

"Jadi menurut saya dinasti politik itu tidak salah kalau di pakai cara yang bener," ucap Yane.

Untuk diketahui, Istri Bima Arya, Yane Ardian memilih maju sebagai calon legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk dapil Kota Bogor-Cianjur.

Keputusan Yane Ardian sebagai caleg DPR RI sempat menjadi pertanyaan Bima Arya.

Baca Juga: Bupati Bogor Mutasi calon Pj Bupati Bogor jadi Kepal Dinas Ketenagakerjaan

Bima Arya yang juga suaminya, sempat bertanya kepadanya soal keputusannya maju menjadi calon legislatif DPR RI untuk dapil Kota Bogor-Cianjur.

"Kamu punya apa," kata Yane sembari meniru gaya bicara Bima Arya.

Meski demikian, Yane menyebut bahwa suaminya tetap mendukung dirinya untuk maju sebagai calon legislatif di DPR RI.

"Karena menurut Bima, saya itu cocok di DPR RI, soalnya lebih spesifik dan banyak berdiskusi. Mangkanya cocok buat kamu," kata Yane sambil meniru gaya bicara Bima Arya.

Yane menjelaskan alasan dirinya memilih sebagai calon legislatif di DPR RI dan akhirnya berpartai.

Baca Juga: Perkuat Posisi Manfaatkan Peluang Pasar FBB dan FMC di Indonesia, Axiata Group Dorong Implementasi Delayering

"Saya memutuskan akhirnya berpartai itu di tahun yang sama di tahun ini tahun 2023 di bulan mei lalu dalam perjalanan saya ke kampus saya melihat kiri kanan banyak spanduk spanduk caleg saya hanya berpikir dalam hati apa sih kerjaan caleg itu peran legislatif itu," ucap Yane.

"Kenapa orang orang banyak ya antusias untuk maju, nah di situ lah saya mempelajari lebih dalam tentang tugas dan wewenang legislatif," sambung Yane. ***