BOGOR.POJOKSATU.id - Jaringan Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek direncanakan semakin luas mulai 2028. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan pengembangan jalur KRL hingga Cikampek di sisi timur dan kawasan Lido di wilayah selatan.
Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebagai bagian dari strategi perusahaan meningkatkan kapasitas angkut penumpang transportasi massal di kawasan Jabodetabek.
Untuk lintas Bekasi atau Bekasi Line, jalur KRL yang saat ini berakhir di Cikarang akan diperpanjang hingga Cikampek dengan tambahan lintasan sekitar 42 kilometer.
“Yang untuk Bekasi Line itu kita extend Pak, dari Cikarang itu kita extend sampai Cikampek, itu ada sekitar 42 km lagi. Kemudian yang untuk Bogor Line itu kita extend, yang sekarang sampai Bogor itu sampai Cigombong, sampai Lido, sampai dengan kawasan Lido. 2028 harusnya udah selesai,” kata Bobby.
Tak hanya ke arah timur, pengembangan juga menyasar Bogor Line. KRL yang saat ini melayani perjalanan hingga Bogor direncanakan diperpanjang menuju Cigombong hingga kawasan Lido.
Ekspansi jaringan tersebut dilakukan di tengah terus meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat Jabodetabek.
Saat ini, rata-rata jumlah penumpang KRL disebut telah mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari. Pada periode dengan mobilitas tinggi, angka tersebut bahkan dapat meningkat hingga sekitar 1,3 juta penumpang.
KAI pun menargetkan kapasitas angkut KRL Jabodetabek ke depan dapat mencapai 2 juta penumpang setiap hari.
Selain memperpanjang jaringan, peningkatan kapasitas juga akan dilakukan pada lintas-lintas yang saat ini sudah beroperasi.
Jika rencana tersebut terealisasi sesuai target, pengembangan KRL hingga Cikampek dan Lido akan memperluas konektivitas transportasi berbasis rel sekaligus membuka pilihan perjalanan baru bagi masyarakat di kawasan penyangga Jabodetabek.***


.webp)
