Kota Bogor, POJOKBOGOR.id - Perjalanan Divas membangun bisnis kecantikan tidak dimulai dari tempat yang besar.
Selama merintis usaha, klinik ini mengandalkan ruko sewaan dan promosi dari mulut ke mulut untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan.
Setelah lima tahun berjalan, Divas kini berhasil memiliki tempat sendiri dan menawarkan beragam perawatan kecantikan serta wellness.
Perjalanan tersebut menjadi bagian penting bagi tiga pemilik Divas, yakni Dr. Antonio Soesinto, drg. Lindawati, MKM, yang menjabat sebagai direktur, serta dr. Sheila Jessica, M.Biomed, sebagai penanggung jawab.
Membangun kepercayaan pelanggan menjadi salah satu tantangan yang mereka hadapi sejak awal.
Divas berupaya mengenalkan kualitas layanannya secara bertahap, hingga semakin banyak orang mengenal perawatan yang tersedia di klinik tersebut.
“Perjalanannya tentu tidak mudah. Kami berjuang dari mulut ke mulut untuk mendapatkan kepercayaan pasien dan menunjukkan kualitas layanan kami,” demikian keterangan pihak Divas mengenai perjalanan usaha yang telah memasuki tahun kelima.
Kini, Divas menyediakan berbagai pilihan perawatan untuk wajah, tubuh, dan rambut.
Klinik ini mengusung layanan kecantikan yang dipadukan dengan wellness, dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan pasien.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik secara profesional, dengan dukungan dokter dan tim yang berkompeten,” demikian pernyataan pihak klinik.
Seiring berkembangnya usaha, Divas menghadirkan sejumlah layanan, mulai dari akupunktur untuk kecantikan dan kesehatan, perawatan slimming, exosome, collagen stimulator, skin booster, hingga Magic Pink Lips.
Terapi ozon juga menjadi salah satu layanan yang ditawarkan.
Meski demikian, klaim penggunaan terapi ini untuk berbagai penyakit perlu ditinjau berdasarkan bukti ilmiah dan evaluasi tenaga medis.
Terapi ozon tidak dapat diposisikan sebagai pengganti pengobatan standar untuk penyakit seperti stroke, diabetes, kanker, maupun penyakit jantung dan ginjal.
Pengembangan layanan juga didukung oleh upaya peningkatan pengetahuan para tenaga medisnya.
dr. Sheila Jessica, M.Biomed, disebut telah melakukan penelitian mengenai exosome untuk hiperpigmentasi serta mengikuti pelatihan di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Thailand, Prancis, dan Swiss.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya Divas untuk mengembangkan layanan kecantikan.
Dalam praktiknya, pemilihan treatment tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien, disertai penjelasan mengenai manfaat, risiko, dan bukti medis yang mendukung prosedur tersebut.
Selain mengembangkan variasi perawatan, Divas juga menawarkan program keanggotaan tahunan dengan biaya Rp600.000. Melalui program ini, pelanggan dapat menikmati layanan facial dengan tarif Rp75.000 per sesi.
Program tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pelanggan yang ingin melakukan perawatan kulit secara berkala tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk setiap kunjungan.
Lima tahun perjalanan Divas menunjukkan proses yang dilalui sebuah usaha untuk berkembang, mulai dari menyewa tempat, mengenalkan layanan kepada masyarakat, hingga memiliki klinik sendiri.
Kepercayaan pelanggan dan pengembangan layanan menjadi bagian dari perjalanan bisnis yang terus dijalankan klinik tersebut.






