BOGOR.POJOKSATU.id - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan lapangan mini soccer di kawasan Curug Mekar, Jalan Pinang Raya, Taman Yasmin Sektor 6, tepat di samping SMA Negeri 10 Kota Bogor.

Dedie menjelaskan bahwa proyek pengembangan area olahraga ini dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada lapangan sepak bola mini, area parkir, saluran drainase, serta fasilitas toilet. Adapun tahap penyelesaian akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Untuk tahap finishing nanti akan ditambah jogging track, pencahayaan taman, serta ruang terbuka hijau dan area kuliner,” ujar Dedie kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sarana olahraga tidak boleh hanya terpusat di area kota, tetapi harus tersebar merata di seluruh kecamatan.

Dedie mencontohkan beberapa fasilitas yang telah lebih dulu dibangun, seperti lapangan di Genteng dan Kertamaya di Bogor Selatan, serta fasilitas olahraga di Cimanggu untuk wilayah Bogor Utara.

“Di Bogor Barat, tahun depan kita juga mulai bangun gelanggang olahraga di Cilendek Timur, Kelurahan Semplak. Semakin banyak fasilitas yang tersedia, semakin luas ruang bagi masyarakat—terutama anak-anak—untuk beraktivitas,” jelasnya.

Dedie juga mendorong warga untuk memanfaatkan fasilitas tersebut tak hanya untuk sepak bola, tetapi juga untuk olahraga lain seperti jogging dan senam.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya Pemkot Bogor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Berdasarkan temuan survei pelayanan kesehatan gratis yang dilakukan pemerintah kota, dari 33% warga yang diperiksa, hampir 95% di antaranya jarang berolahraga.

Padahal, meski indeks harapan hidup warga Bogor saat ini berada di angka 75,8 tahun, peningkatan gaya hidup aktif tetap dibutuhkan.

“Tujuannya jelas, kita ingin warga Bogor semakin sehat dan produktif,” tegas Dedie.

Ia menambahkan bahwa meski pengerjaan fasilitas belum sepenuhnya rampung, lapangan mini soccer sudah dapat mulai digunakan setelah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).

SMA Negeri 10 Bogor yang berada tepat di samping lokasi menjadi pihak yang diberi prioritas pemakaian, dengan ketentuan penggunaan sepatu khusus mini soccer.

Saat ini, progres pembangunan tahap pertama lapangan mini soccer Curug Mekar telah mencapai 99 persen.

“Kalau yang lain juga berjalan bertahap. Ada yang mulai dari pembebasan lahan, perencanaan DED, hingga fisik. Jadi tidak semuanya sama, tapi tujuannya satu, mendekatkan harapan masyarakat dengan kenyataan,” ucapnya.

Dedie Rachim menegaskan, setiap proyek strategis dilaksanakan berdasarkan dialog dengan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kalau masyarakat maunya A, kita bikinnya C, enggak begitu. Tapi dengan terus berdialog, berkomunikasi, Insya Allah masyarakat maunya ini, ya sudah kita fasilitasi. Tapi dengan standar yang baku, saya pikir harus bisa mengakomodir antar peraturan, kemudian dengan harapan, keinginan, dengan kenyataan,” tutupnya.***