POJOKBOGOR.id — Kota Bogor kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Surabaya, Bogor dinobatkan sebagai salah satu dari 10 kota dengan kapasitas fiskal terkuat di Indonesia.

Capaian ini menjadi bukti konkret keberhasilan Pemerintah Kota Bogor dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melalui unggahan di akun resmi Instagram @pemkotbogor, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan inovasi dalam mencari solusi peningkatan PAD.

“Kami terus berupaya menciptakan efisiensi di setiap lini, agar ruang fiskal yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan,” ujar Dedie.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang juga hadir dalam Munas APEKSI, menekankan pentingnya penguatan fiskal daerah sebagai pilar menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dalam pidatonya, Bima menyatakan bahwa efisiensi bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan ruang fiskal yang tangguh dan adaptif.

Kota Bogor menunjukkan bahwa dengan tata kelola fiskal yang inovatif dan berorientasi pada efisiensi, sebuah kota bisa mandiri dalam pembiayaan pembangunan.

Ketergantungan pada dana transfer dari pusat semakin berkurang, digantikan oleh kekuatan PAD yang terus bertumbuh.

Lebih dari sekadar pencapaian anggaran, langkah-langkah Pemkot Bogor membentuk budaya baru dalam pengelolaan keuangan daerah berbasis data, responsif, dan berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan komitmen Bogor untuk menjadi bagian penting dari gerakan nasional menuju Indonesia Emas.

Kini, Kota Bogor tidak hanya menjadi kota yang kuat secara fiskal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Bahwa dengan kebijakan yang tepat, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan keberanian untuk berinovasi, tantangan fiskal bisa diubah menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.***