POJOKSATU.id, BOGOR - Kepala SMK Mekanik Cibinong, Kabupaten Bogor, Haslih angkat suara terkait video salah satu siswanya yang tertangkap tangan diduga hendak tawuran.
Haslih tak menampik. Dia mengakui jika kejadian dalam video yang menghebohkan itu memang benar adanya.
Kedati demikian, kabar yang menyebut kalau siswanya melakukan aksi tawuran tidaklah benar.
BACA JUGA : Kapolsek Cibarusah akan Antisipasi Tawuran dengan Cara Ini
"Belum tawuran kok, hanya saja salah satu siswa kami berinisial N memang kedapatan membawa senjata tajam," kata dia, Senin (20/3).
Kendati belum melakukan aksi tawuran, pihak sekolah langsung memberikan sanksi tegas kepada N yang merupakan siswa kelas 10 SMK Mekanik Cibinong.
"Kami sudah memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan berupa dropout alias kami kembalikan siswa tersebut kepada orang tuanya," jelas dia.
BACA JUGA : Puluhan Remaja di Bekasi Bermalam di Kantor Polisi Gara-Gara Rencanakan Tawuran
Haslih dengan tegas mengatakan tidak akan menoleransi jika ada siswanya yang nekat melakukan aksi tawuran.
"Sedari dulu kami sudah sepakat tidak akan membiarkan anak kami terlibat tawuran. Kalau mereka nekat tawuran kami tidak segan untuk mengeluarkannya dari sekolah seperti kasus N ini," tegas dia.
Menurut dia, pemberian sanksi dropout kepada siswa yang terlibat tawuran memang sudah sepantasnya diberlakukan.
BACA JUGA : Anggota Polsek Pondok Gede Gercep Cegah Tawuran, 3 Pelajar SMP Ditangkap
Hal itu lantaran tawuran merupakan salah satu tindak kejahatan yang tak jarang menelan korban jiwa.
"Bagi kami tawuran itu adalah pelanggaran berat dan tindakan kriminal, karena ini menyangkut nyawa dan keselamatan siswa. Makanya kalau ada siswa kami yang tawuran pasti langsung kami keluarkan dari sekolah," kata Kepala SMK Mekanik Cibinong memungkasi. (Ipe)


.webp)
