POJOKBOGOR.id - Kota Bogor kembali menegaskan perannya sebagai ruang hidup bagi seni dan budaya melalui penyelenggaraan Jazz Hujan, sebuah perayaan musik jazz yang dikemas dengan nuansa hangat dan personal.
Jazz Hujan ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga menawarkan pengalaman emosional yang mendekatkan musisi dengan para penikmatnya.
Mengusung konsep intimate experience, Jazz Hujan menempatkan interaksi dan kedekatan sebagai roh utama acara. Penonton diajak menikmati alunan jazz dalam suasana akrab, di mana batas antara panggung dan audiens terasa semakin cair.
Kehadiran musisi ternama seperti Indra Lesmana dan Eva Celia semakin memperkuat karakter eksklusif dan berkelas dari gelaran ini.
Jazz Hujan merupakan inisiatif Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama Yantie Rachim, yang bertujuan menghadirkan ruang apresiasi seni berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Kota Hujan.
Baca Juga: Ajang Bangun Karakter Lewat Sepak Bola Sejak Dini Lewat Bogor Bageur Soccer Festival 2026
Event musik Jazz Hujan resmi disahkan hak ciptanya dan ditetapkan sebagai event ikonik pertama yang lahir dari inisiasi Wali Kota Bogor.
“Jazz Hujan bukan semata pertunjukan musik. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang pertemuan seniman, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi kreatif yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Dedie Rachim.
Mengawali tahun 2026, Jazz Hujan digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, sebagai ruang jeda bagi warga Bogor untuk menikmati musik jazz dalam atmosfer yang intim dan bersahaja.
Acara ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum Idang Rasjidi, tokoh penting yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan jazz Indonesia.
Lebih dari sekadar konser, Jazz Hujan dirancang sebagai upaya menghidupkan kembali ekosistem jazz di Bogor. Sinergi antara Pemerintah Kota Bogor, promotor, musisi, serta komunitas diharapkan mampu menjadikan Jazz Hujan sebagai bagian dari identitas budaya kota.
Wali Kota Bogor menilai kegiatan ini memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal.
Menurutnya, jika dikelola secara konsisten, Jazz Hujan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dibanggakan warga sekaligus memperkuat citra Bogor sebagai kota yang ramah terhadap kreativitas dan seni.
Baca Juga: Viral di TikTok! Ini Daftar Toko Baju dan Sepatu Murah di Bogor yang Banyak Diburu
Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus promotor Jazz Hujan, Dinna Fajrina, menegaskan bahwa konsep intim yang dihadirkan bukan sekadar soal jarak fisik antara musisi dan penonton.
“Intimate itu soal kedekatan emosional. Kami ingin penonton merasa nyaman, diterima, dan terhubung dengan musik, seperti sedang menikmati sajian di ruang keluarga sendiri,” ungkap Dinna.
Ia menambahkan, seluruh unsur penyelenggara berupaya menerjemahkan nilai tersebut ke dalam setiap detail acara, demi menghadirkan pengalaman menyeluruh yang membekas bagi para penikmat Jazz Hujan.


.webp)
