POJOKBOGOR.id - Calon Wali Kota Bogor nomor urut, 3 Dedie Rachim menerima aspirasi dari kalangan Paguyuban Pecinta Wayang Purwo (P2WP) yang sudah lama menetap Bogor.
Dalam silaturahmi itu, Ketua P2WP, Basuki mengutarakan dukungannya kepada Dedie Rachim agar terpilih menjadi wali Kota Bogor selanjutnya.
Dia berharap, Ketika Dedie Rachim memenangkan Pilkada Kota Bogor nanti bisa memberikan wadah yang lebih besar untuk pelaku seni di P2WP.
Baca Juga: Pemkab Bogor Catat Investasi Masuk Rp16 Triliun Sepanjang 2024
Apalagi, sambung dia, wayang kulit ini dalam sejarahnya memiliki cerita sebagai media penyebaran agama Islam di Indonesia oleh para wali. Sehingga pesan yang disampaikan dalam pertunjukan sangat penting untuk disimak.
Bahkan, pagelaran wayang kulit ini mengandung filosofi memberikan petunjuk hidup, seperti tolong menolong dan sebagainya.
Menanggapi hal itu, Dedie Rachim mengatakan dirinya akan selalu memberikan ruang bagi para pelaku seni, khususnya kebudayaan.
Baca Juga: Pj Bupati Bogor Tinjau Sumber Air Ciburial Peninggalan Belanda
"Wayang ini salah satu kebudayaan, kita harus dukung agar terus berkembang dan diregenerasi oleh generasi generasi baru," kata Dedie Rachim belum lama ini.
Apalagi, kata politisi PAN itu, cerita tentang wayang kulit tidak hanya sekedar tontonan hiburan semata, tetapi ada banyak hal yang bisa dimaknai.
"Manfaatnya mengandung edukasi. Jadi bisa menjadi tuntunan, sikap toleransi yang bisa dipetik dari sebuah cerita wayang kulit yang akan disampaikan dalang," tutur dia.
Baca Juga: MLT BPJS Ketenagakerjaan Siap Sukseskan Program Sejuta Rumah dan Tingkatkan Perekonomian Pekerja
Berbicara soal ruang pecinta seni, Dedie menguraikan, zaman kepemimpinan Bima Arya dan dirinya menjadi wakil wali kota, sudah ada beberapa fasilitas yang sudah dibangun, salah satunya Bumi Ageung Batutulis dan Gedung eks Bakorwil yang kini menjadi pusat kreatif Kota Bogor.
"Semoga dua fasilitas ini bisa mengakomodir semua kepentingan. Bumi Ageung Batutulis bisa menjadi milik bersama sehingga dapat dijaga dan dikembangkan bersama oleh budayawan, pemkot dan masyarakat," kata Dedie Rachim.
Menurut dia, agenda pertemuan dengan pelaku seni ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi yang mungkin belum banyak forum yang mempertemukan mereka dan saling mengenal satu sama lain.
Kemudian, bisa menghadirkan gerakan penanganan sosial, hingga gerakan bagaimana mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan.
"Harapan besar dari pelaku seni ini harus kami wujudkan bukan hanya ditampung saja, misalkan mereka punya saran dan ide," katanya.
Salah satu contohnya, sambung Dedie Rachim bagaimana memberikan ruang untuk membuat festival budaya yang ada di Kota Bogor.

.webp)

