BOGOR.POJOKSATU.id - Mahkota Binokasih, salah satu simbol bersejarah dari Kerajaan Pajajaran, tengah diarak mengelilingi sejumlah wilayah di Jawa Barat melalui Kirab Budaya bertajuk “Binokasih Mulang Salaka”.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali jejak sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Sunda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa rangkaian kirab telah dimulai dari Tasikmalaya pada 4 Mei 2026. Perjalanan kemudian berlanjut ke Garut pada 5 Mei 2026 dan Cianjur pada 6 Mei 2026.

“Kirab ini bukan sekadar perjalanan budaya, tetapi juga upaya mengingat kembali akar sejarah kita sebagai masyarakat Sunda,” ujar Dedi.

Setelah melalui beberapa daerah, kirab akan memasuki Kota Bogor usai jeda satu hari. Rencananya, rombongan akan tiba pada Jumat malam dengan rute yang dimulai dari Kebun Raya Bogor menuju kawasan bersejarah Batutulis.

Menurut Dedi, pemilihan rute tersebut memiliki makna simbolis yang kuat karena berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pajajaran yang pernah berpusat di wilayah Bogor.

“Kami ingin perjalanan ini menjadi napak tilas, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, agar generasi sekarang tidak melupakan sejarahnya,” katanya.

Kirab “Binokasih Mulang Salaka” sendiri dirancang sebagai perayaan budaya yang digelar secara bergiliran di berbagai daerah di Jawa Barat.

Selain menghadirkan arak-arakan simbol kerajaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap nilai-nilai kearifan lokal dan kebanggaan terhadap warisan leluhur dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***