POJOKBOGOR.id - Menjadi politisi, baik secara praktis maupun tidak, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk meraih satu kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Jabar V (Kabupaten Bogor) setiap caleg, setidaknya harus mengantongi 'modal' Rp25 miliar.

Hal itu diungkapkan, pengamat politik dan Direktur Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS Vinus) Yusfitriadi. Menurutnya, biaya sebesar itu, bukan untuk serangan fajar. Melainkan untuk keperluan alat peraga kampenye hingga, kegiatan bakti sosial untuk meraih simpati rakyat.

"Itu untuk kampanye saja. Belum lagi di internal partai yang saya tidak tahu. Seperti untuk mendapat nomor urut itu mungkin ada biaya yang harus dikeluarkan oleh caleg," kata Yusfitriadi, Kamis (19/10).

Baca Juga: Survei LS Vinus: Prabowo Capres Paling Populer di Kota Bogor

Ongkos politis di Kabupaten Bogor sebesar itu, melihat banyaknya jumlah pemilih yang mencapai lebih dari 3,5 juta pemilih serta luas wilayah Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan.

"Dibanding biaya yang harus dikeluarkan untuk dapil Kota Bogor/Cianjur, di dapil Kabupaten Bogor sangat tinggi memang butuh sekitar Rp25 miliar. Kalau dapil Kota Bogor/Cianjur di kisaran Rp15 miliar," jelas Yusfitriadi.

Untuk skala lokal atau meraih kursi DPRD Kabupaten pun, para caleg setidaknya harus memiliki uang Rp5 miliar. Mengingat satu dapil di Kabupaten Bogor bisa terdiri dari 6 hingga 9 kecamatan.

Baca Juga: Elektabilitas Bima Arya masih Paling Tinggi di Bogor

Sementara, jumlah dapil di Kota Bogor hanya 5 dari total 6 kecamatan, karena Kecamatan Bogor Tengah dan Kecamatan Bogor Timur, menjadi satu dapil.

"Untuk Caleg DPRD Kabupaten Bogor, normalnya caleg butuh anggaran hingga Rp5 miliar untuk terpilih, sementara Caleg DPRD Kota Bogor, hanya butuh Rp2 miliar," jelas Yus. ***