POJOKBOGOR.id - Prabowo Subianto menduduki puncak elektabilitas di Kota Bogor, dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS Vinus). Elektabilitas Prabowo mencapai 46,63 persen sebagai calon presiden pilihan masyarakat Kota Bogor
Jumlah tersebut jauh di atas Anies Baswedan 23,50 persen dan Ganjar Pranowo 22,80 persen. Sementara 4 persen responden belum menentukan pilihan dan 3 persen responden tidak tahu.
Direktur Cased LS Vinus Ramdan Nugraha mengungkapkan, ada lima alasan yang memengaruhi tingginya elektabilitas Prabowo Subianto di Kota Bogor.
Baca Juga: Elektabilitas Bima Arya masih Paling Tinggi di Bogor
Pertama, masyarakat memilih karena gagasan atau visi misi yang disampaikan saat kampanye. Alasan kedua, popularitas calon. Ketiga pemberian uang, keempat popularitas dan terakhir penampilan.
"Alasan gagasan dan visi misi ketika kita tanya kepada responden cukup tinggi, mencapai 67 persen," kata Ramdan saat menyampaikan hasil survei Capres, Gubernur, DPRD Kota dan Provinsi serta DPR RI, Kamis (19/10).
Ramdan menjelaskan, survei ini dilakukan untuk mengetahui pilihan presiden masyarakat Kota Bogor. "Survei ini juga untuk mengetahui sosok cawalkot Bogor dan calon anggota legislatif," jelas Ramdan.
Baca Juga: Supir Pajero Sport Luka Berat usai Mobilnya Terguling di Tol Bocimi
Selain itu, survei ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Bogor dan DPRD.
Dalam survei ini, LS Vinus menggunakan metodologi simple random sampling dengan 800 responden. "Kita datang langsung ke lapangan dan menemui responden dengan menyodorkan beberapa pertanyaan dan instrumen lainnya," kata dia.
Sementara, sasaran responden adalah masyarakat Kota Bogor berusia 17 tahun ke atas dan ber-KTP Kota Bogor.
Sementara, Direktur Eksekutif LS Vinus Yusfitriadi menyampaikan, lembaga yang dipimpinnya rutin mengadakan survei seperti ini.
Baca Juga: Sidak Pembangunan Trotoar Ahmad Yani Komisi III Temukan Kejanggalan
"Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 800 orang yang disesuaikan dengan jumlah DPT di kelurahan. Kita akan melakukan survei lagi nanti jelang pilpres, pilgub, pilwalkot dan pileg," kata Yusfitriadi.***



