POJOKBOGOR.id - Dinas Kesehatan Kota Bogor menidentifikasi adanya dua warga terinfeksi penyakit cacar monyet atau biasa disebut MPOX

Kasus ini bermula ketika Kedua kasus berjenis kelamin laki-laki, dengan orientasi seksual LSL (Laki Seks Lelaki) memiliki riwayat kontak seksual dalam 21 hari terakhir sebelum munculnya gejala.

Saat ini, kedua kasus tengah menjalani isolasi mandiri terhitung dari tanggal 20 November dan dilakukan pemantauan harian melalui tenaga kesehatan Puskesmas wilayah.

Baca Juga: Gelar Spesial Night For Palestina, SalamAid Kumpulkan Rp1,3 Miliar

Sebagai bentuk respon cepat terhadap penemuan kasus, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan hal-hal berikut:

Pertemuan Koordinasi Teknis Penemuan Kasus Suspek Mpox yang dihadiri oleh petugas surveilans dan petugas program HIV di Rumah Sakit dan Puskesmas.

Melakukan Penyelidikan Epidemiologi secara lengkap terhadap masing-masing kasus. Melakukan pelacakan dan mendata kontak erat kasus.

Baca Juga: Pelajar Asal Ciampea Tewas usai Disabet Celurit Gerombolan Pelajar Sadis dalam Perjalanan ke Konter Pulsa

Melakukan tatalaksana kasus sesuai dengan pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox berupa pemantauan harian kasus, pemantauan harian kontak erat, dan assessmen isolasi mandiri.

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan. Memastikan semua kebutuhan baik dari sistem pelaporan hingga logistik penunjang pemeriksaan laboratorium terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan penemuan 2 suspek mpox dilaporkan oleh Puskesmas.

Baca Juga: Dikahir Masa Jabatan Bima-Dedie, 293 Pejabat di Pemkot Bogor Digeser

"Selanjutnya Puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk dilakukan tatalaksana," ucap Nowo Retno.

Selanjutnya dilakukan tatalaksana pengambilan spesimen, berupa spesimen swab orofaring, swab lesi, swab anal dan serum darah.

"Surveilans Dinas Kesehatan Kota Bogor selanjutnya mengirimkan sampel ke Laboratorium BKPK Jakarta. Kedua kasus dinyatakan terkonfirmasi monkeypox setelah Laboratorium BKPK melakukan feedback hasil lab ke Dinas Kesehatan Kota Bogor," ucap Nowo Retno.

Baca Juga: DPRD dan Pemkot Bogor Tetapkan APBD 2024

Adapun faktor resiko yang dimiliki untuk kedua kasus terkonfirmasi, lanjut Nowo Retno, kedua kasus memiliki gejala demam disertai ruam di daerah telapak tangan, badan, muka, dan area genital.

"Kedua kasus juga terdapat pembengkakan kelenjar getah bening," tambah Nowo Retno.

Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terkait perkembangan situasi mpox di Indonesia dan menerapkan- menerapkan perilaku hidup bersih dan Sehat (PHBS) serta mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sebagai proteksi diri terhadap berbagai jenis penyakit.

Baca Juga: Sah, APBD Kabupaten Bogor Tembus Rp10 Triliun

"Selanjutnya kenali gejala khas dari penyakit mpox, mengunjungi atau melaporkan ke petugas kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit jika mengalami gejala atau kontak dengan suspek monkeypox," tutup Nowo Retno. ***