POJOKBOGOR.id - Tim SAR gabungan masih terus mencari Bayu Zulkarnaen (36), pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan atau Diarpus Kota Bogor yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, sejak Kamis 13 Agustus malam.

Bayu diduga hilang setelah sepeda motor Honda Verza miliknya ditemukan tergeletak di ujung jembatan sempadan Sungai Cisadane.

Kondisi motor saat ditemukan dalam keadaan mesin mati, tetapi stop kontak masih menyala.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, sepeda motor tersebut terlihat melintas di depan Kantor Kelurahan Cipaku sekitar pukul 18.52 WIB pada Kamis petang. Setelah itu, motor berbelok menuju arah jembatan.

Sebelum tim SAR gabungan tiba di lokasi pada malam kejadian, warga sekitar telah melakukan pencarian di aliran Sungai Cisadane. Dalam pencarian tersebut, warga menemukan helm dan tas yang diduga milik Bayu mengapung di sungai.

Sejak saat itu, pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Basarnas, Tagana, PMI, TNI-Polri, organisasi, komunitas, serta potensi SAR lainnya.

Hingga Minggu 16 Agustus malam, keberadaan Bayu belum ditemukan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim turut meninjau langsung proses pencarian. Di lokasi, Dedie menemui putra Bayu yang setia menunggu kabar mengenai keberadaan ayahnya.

Dedie kemudian merangkul dan menguatkan anak tersebut. Keduanya duduk di tepi sungai sambil memantau proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Memasuki hari keempat pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama sedimentasi dan tumpukan sampah kayu yang tersangkut di palung sungai di bawah jembatan, tepat di lokasi sepeda motor Bayu ditemukan.

"Kita masih teruskan agar saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane, area Pamoyanan ini, bisa ditemukan segera karena kita sudah masuk hari keempat," ujar Dedie di lokasi.

Ia meminta tim SAR gabungan melakukan upaya untuk mengangkat sebagian material berupa sampah dan sedimentasi yang menghambat pencarian.

"Dan hari ini saya minta kepada seluruh tim gabungan SAR untuk mengambil langkah mengangkat sebagian sampah atau sedimen yang ada di bawah jembatan, tepat di bawah ditemukannya motor," katanya.

Menurut Dedie, kondisi permukaan sungai yang terlihat tenang tidak menggambarkan kondisi arus di bawah permukaan. Arus bawah sungai cukup deras sehingga menyulitkan proses penyelaman.

Selain itu, jarak pandang penyelam terbatas akibat kondisi air dan material yang menumpuk di dasar sungai.

Sebelumnya, tim penyelam dan tim penyisiran telah memperluas pencarian ke arah hilir Sungai Cisadane hingga kawasan bawah Stasiun Batutulis.

Untuk memaksimalkan pencarian, penyelam kembali menyisir sedong atau bagian sungai yang lebih dalam tepat di bawah jembatan tempat sepeda motor Bayu ditemukan.

"Teman-teman dari penyelam kembali melakukan upaya untuk mengikat bongkahan bambu maupun sampah yang ada di dasar sungai. Tujuannya kalau kemudian nanti kita bisa gerakkan," ujar Dedie.

Hingga Minggu sekitar pukul 17.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR akan kembali melanjutkan operasi pada Senin 17 Agustus dengan memperluas area pencarian ke sejumlah titik lainnya.

Dedie memastikan Pemkot Bogor bersama tim SAR gabungan, TNI, dan Polri akan terus mengoptimalkan pencarian. Operasi pencarian bahkan dilakukan hingga malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Teman-teman juga tidak patah semangat. Ini menyelam sampai menggigil. Tapi saya pikir kita harus upayakan maksimal selama tujuh hari. Sisa waktu tiga hari ke depan, insyaallah kita akan terus maksimal," ujarnya.

Selain pencarian di sungai, pihak keluarga Bayu juga telah membuat laporan orang hilang kepada kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh upaya pencarian dan penelusuran keberadaan Bayu dapat dilakukan secara maksimal.

"Sudah dilakukan laporan kepada kepolisian. Jadi memang beberapa langkah harus kita lakukan supaya memastikan keberadaan saudara Bayu," kata Dedie.