POJOKSATU.id, BOGOR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akhirnya memberikan rekomendasi tahap pertama atau surat tugas kepada Jenal Mutaqin sebagai calon Wali Kota Bogor 2024.

Pemberian surat tugas Gerindra kepada Jenal Mutaqin (JM) dibenarkan oleh Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam.

"Ada penugasan ke JM," kata Sopian saat ditanya apakah sudah ada surat tugas dari DPP Gerindra terkait Pilwalkot Bogor 2024.

Baca Juga: Hujan Koin Warnai Demonstrasi di Kantor BPN Kabupaten Bogor

Meskipun begitu, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini mengaku belum mengetahui secara detail apa saja isi surat tugas tersebut, termasuk tanggal keluarnya.

Surat tugas Gerindra ini memupus harapan Asisten Pribadi (Aspri) Iriana Joko Widodo, Sendi Fardiansyah untuk maju sebagai calon Wali Kota Bogor 2024.

Sampai hari ini, Sendi Fardiansyah belum mengantongi satu pun surat tugas dari partai politik (Parpol). Elektabilitasnya juga stagnan.

Baca Juga: Siap Siap Trayek Angkot di Kota Bogor Bakal Berubah, Ini Penjelasan Dishub

Selain itu, logistik Sendi dikabarkan semakin menipis. Hal itu membuatnya semakin 'tenggelam' di Pilkada Kota Bogor 2024.

Adapun bakal calon wali kota Bogor yang telah mendapatkan surat tugas yakni Atang Trisnanto, dokter Raendi Rayendra, Dedie A. Rachim, Rusli Prihatevy, dan Jenal Mutaqin.

Atang yang juga Ketua DPRD Kota Bogor mendapatkan rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memiliki 11 kursi di DPRD Kota Bogor, sehingga memenuhi syarat untuk mengusung calon wali kota.

Baca Juga: Pj Wali Kota Tegas PKL Alun Alun Kota Bogor Dilarang Berjualan, DPRD Sebut Ada Oknum yang Bermain

Begitu juga dengan dokter Raendi Rayendra. Founder Rayendra Dermatology dan Aesthetic Center ini mengantongi surat tugas dari PDIP dan PKB. PDIP memiliki 6 kursi di DPRD Kota Bogor, sedangkan PKB mempunyai 4 kursi. Koalisi PDIP dan PKB sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon wali kota.

Sementara Dedie Rachim telah mendapatkan surat tugas dari PAN (5 kursi), Demokrat (3 kursi) dan PSI (1 kursi). Koalisi tiga partai ini belum memenuhi syarat untuk mengusulkan calon wali kota.

Hal serupa dialami Jenal Mutaqin (JM) yang mendapatkan surat tugas dari Gerindra (6 kursi). JM harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi 20 persen kursi DPRD Kota Bogor agar bisa maju sebagai calon wali kota.

Begitu pun dengan Rusli Prihatevy yang jauh sebelumnya sudah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar. Ia harus berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi syarat untuk maju sebagai calon wali kota.

Parpol yang belum mengeluarkan surat tugas yakni Nasdem (4 kursi) dan PPP (3 kursi).Dua partai ini bakal diperebutkan oleh Dedie Rachim. Rusli, dan Jenal Mutaqin agar sama-sama mendapatkan tiket Pilkada Kota Bogor.

Dedie dikabarkan sedang merapat ke Gerindra karena tidak ingin berpasangan dengan Rusli yang telah mendapat surat tugas dari Golkar. 

Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam yang dikonfirmasi Pojoksatu.id mengaku mantan Wakil Wali Kota Bogor itu tidak pernah merapat ke DPC Gerindra Kota Bogor.

Dia justru bertanya balik kepada siapa Dedie Rachim melakukan pendekatan. Yang pasti, dia tidak pernah merapat ke DPC Gerindra.

"Kemana (pendekatannya), DPP atau DPD? DPC gak ada," tegas Sopian. ***