POJOKBOGOR.id - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Dokter Rayendra dan Eka Maulana, hadir dalam sesi ngobrol santai bersama komunitas Sinergi Connect dan anak-anak muda di Anami Coffee Bogor, Jumat (13/9/2024).

Dalam kesempatan tersebut, mereka mendengarkan berbagai aspirasi dan harapan anak muda terkait bisnis, kebijakan, dan komunitas.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan integrasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat guna mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

"Anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian masa depan, sehingga penting bagi mereka untuk mulai melek bisnis sejak dini. Mengembangkan wawasan dan keterampilan di bidang bisnis bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga melatih kreativitas, inovasi, dan kemampuan manajemen," ujar Dokter Rayendra.

Ia juga menambahkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi dan akses informasi yang mudah, anak muda dapat mengubah ide-ide mereka menjadi peluang bisnis nyata.

Terjun ke dunia bisnis sejak muda akan memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi tantangan pasar, memperluas jaringan, dan menumbuhkan mentalitas kewirausahaan yang kuat.

"Saya belajar banyak dari anak muda, dan saya berharap bisa bersinergi lebih banyak dengan mereka," pungkasnya.

Ada hal menarik dalam acara ini, di mana para peserta diwajibkan mengisi kotak aspirasi. Berbagai harapan, doa, dan masukan ditulis untuk Dokter Rayendra.

Salah satu pesan yang menarik berbunyi, "Akhirnya ada juga Wali Kota yang bukan pejabat dan politisi. Aamin."

Dokter Rayendra-Eka Maulana memang menjadi satu-satunya pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang berasal dari kalangan profesional.

Mereka diusung oleh PKB dan PPP, sementara empat pasangan calon lainnya berasal dari politisi dan pejabat.

Di antaranya adalah Dedie-Jenal (Wakil Wali Kota dan mantan Wakil DPRD), Rena-Teddy (Kepala Dinas PUPR Kota Bogor dan politisi PDIP), Atang-Annida (Ketua DPRD dan mantan calon DPD RI), serta Sendi-Melly (Staf Istana dan politisi Golkar).

Aspirasi dan Gagasan Anak Muda

Aspirasi anak muda saat ini semakin bervariasi dan dinamis, mencerminkan perubahan zaman serta kemajuan teknologi yang pesat.

Generasi muda tidak hanya fokus pada karier pribadi, tetapi juga ingin berkontribusi dalam isu-isu sosial, lingkungan, dan politik.

Mereka menginginkan peluang untuk berperan dalam perubahan positif, baik melalui inovasi digital, kewirausahaan, maupun aktivisme.

Dengan akses informasi yang luas dan jaringan global yang terhubung, anak muda lebih mampu mewujudkan ide-ide kreatif dan solutif, serta berperan aktif dalam membentuk masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu peserta, Galuh Ginanjar, mempertanyakan kebijakan yang akan dilakukan Dokter Rayendra dan Eka Maulana untuk memperpendek jarak antara generasi Z dan generasi sebelumnya.

Dokter Rayendra menjawab dengan menekankan pentingnya memperbanyak bidang usaha di Kota Bogor, terutama di daerah Selatan, guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun mental anak muda agar lebih kreatif dengan memberikan fasilitas yang mendukung.

"Anak muda harus diberikan trigger. Mereka sudah kreatif meski kurang bertahan. Kolaborasi dan edukasi bisa dilakukan dengan menyediakan business center dan creative center untuk mengajak mereka terlibat," pungkas Dokter Rayendra.***