POJOKBOGOR.id - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bogor menggelar dialog terbuka bersama para Bakal Calon Wali Kota Bogor, salah satunya Dokter Rayendra, pada Minggu 31 Maret 2024.

Adapun, kegiatan dialog terbuka ini merupakan rangkaian Semarak Milad KAMMI ke-26 yang berlangsung di Serbaguna DPRD Kota Bogor.

Ketua KAMII Bogor Jodi Setiawan mengatakan, kegiatan dialog terbuka bersama para Bakal Calon Wali Kota Bogor yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia ini mengangkat tema 'Kolaborasi Gerakan Merawat Indonesia'.

Baca Juga: Aji Jaya Bintara Ingin Perempuan Jadi Motor Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kota Bogor

"Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan milad KAMMI ke-26, dan ini salah satu agenda dari pusat," kata Jodi Setiawan.

Menurut dia, sengaja mengundang para Bakal Calon Wali Kota Bogor ini karena pihaknya ingin mempunyai pandangan baru, sudut pandang, dan harapan baru terhadap para calon pemimpin Kota Bogor ke depannya.

Sehingga mereka diberikan kesempatan terkait rencana Kota Bogor Ke depan.

Baca Juga: Bangun Solidaritas dengan Generasi Muda, Dokter Rayendra Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama Anggota OSIS SMK se-Kota Bogor

"Alhamdulillah sebagian bakal calon wali kota hadir, dan sebagian sudah bisa mengobati rasa (penasaran) mahasiswa, karena biasanya turun di Jalan dan disini para calon bisa memberikan jawaban yang sangat luar biasa, dan sangat jelas," ucap dia.

Setelah mendapatkan kesempatan memberikan pemaparan dan sesi tanya jawab, KAMMI Bogor menyodorkan fakta integritas dari hasil kegiatan dialog terbuka untuk menagih janji ketika suatu saat dilantik.

"Fakta integritas ini berisi poin-poin penting dari mulai A-Z, dan akan dibawa ketika nanti Pilkada dan calon itu akan dilantik," katanya.

Baca Juga: Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Bima Arya Apresiasi Kegiatan PWI Kota Bogor

Setidaknya ada tujuh poin, salah satu poinnya adalah tawaran KAMII terhadap ekonomi Islam.

"Jadi kami menginginkan Kota Bogor mengadopsi ekonomi Islam," ucapnya.

Pada kesempatan itu, KAMII Bogor melakukan deklarasi gerakan Ekonomi Islam agar dapat diimplementasikan di Kota Bogor. Sebab, Ekonomi Islam memiliki potensi yang sangat besar, salah satunya zakat.

"Insyaallah Kota Bogor akan lebih maju lagi, karena potensi zakat, potensi Islam di Kota Bogor sangat besar apalagi penduduk mayoritas Agama Islam, berharap dari gerakan ini muncul di Bogor taglinenya Bogor Kota Ekonomi Islam," tutur dia.

Ke depan, para bakal calon bisa bersilaturahmi dengan KAMII Bogor yang tersebar di sembilan kampus yang ada di Kota Bogor.

"Ketika para calon bersedia kita undang ke kampus, diskusi terkait masalah yang ada di kecamatan. Tentunya kami mengundang para akademisi, tokoh masyarakat dan sebagainya," tandas Jodi Setiawan.

Adapun, Bakal Calon Wali Kota Bogor yang hadir yakni Doktor Raendi Rayendra, Hizriyanda Putra, hingga Jenal Mutaqin.

Dalam kesempatan itu, Dokter Rayendra juga menyampaikan visi yang mengutamakan inovasi dan kebersamaan dalam membangun Kota Bogor dalam dialog terbuka bakal Calon Wali Kota Bogor.

Dalam Viisi Dokter Rayendra yaitu Kota Berbudaya Kreatif Berbasis Keluarga, terdapat tiga kunci utama yaitu: Kota Berbudaya Kreatif, Kota Keluarga dan Keluarga Berbudaya Kreatif.

 Kota Berbudaya Kreatif menekankan pentingnya kreativitas sebagai pondasi kemajuan kota yang meliputi berbagai sektor seperti seni, budaya, teknologi, bisnis, dan pendidikan.

Sementara itu, Kota Keluarga menegaskan komitmen untuk menjadikan Bogor sebagai tempat tinggal yang nyaman dan ramah bagi semua, dengan memperkuat kecintaan pada ilmu pengetahuan, ikatan solidaritas dan nilai-nilai religius.

Dokter Rayendra juga menggabungkan konsep ini dalam poin kunci ketiga yaitu Keluarga Berbudaya Kreatif.

Dokter Rayendra percaya bahwa kreativitas dapat berkelanjutan, menjadi mata air yang terus mengalir, jika lahir dari entitas terkecil dalam suatu kota yaitu keluarga.

Dengan memperkuat peran keluarga sebagai sumber inspirasi dan dukungan, Kota Bogor diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya maju dan nyaman, tetapi juga kokoh karena terjaganya pondasi masyarakatnya.

Dokter Rayendra yakin ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah, di mana penduduk Bogor dapat merasakan manfaat dari kebijakan progresif dan inklusif yang akan berdampak signifikan dalam pencapaian Indonesia Emas 2045.