POJOKSATU.id - Rekayasa lalulintas yang akan dilakukan di seputar Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor karena adanya revitalisasi Jembatan Otista diklaim sudah ada titik terangnya.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo untuk ring 1 sudah beres dan ring 2 agak beres. Sedangkan ring 3 dan 4 belum detail.
"(Kenapa ring 1 sudah beres) karena kemarin ring 1 berkenaan dengan SSA, kalau ring 2 Air Mancur kesana, ring 3 di Warung Jambu kesana. Secara garis besarnya itu," sambung pria yang akrab disapa Danjen.
Adapun, dilanjutkan Danjen, rekayasa lalulintas yang akan dilakukan pada ring 1, khususnya di SSA Kota Bogor, yakni kendaraan yang melintas dari pintu keluar Tol Jagorawi Baranangsiang Bogor bisa melintas menuju arah Ekalokasari dan menuju PMI Bogor melalui Jalan Nasional 11.
"Iya PMI jadi dua arah. Dari Terminal menuju Tugu Kujang bisa langsung tekuk kiri menuju PMI," ucap Danjen.
"Nanti kami pasang pembatas jalan menggunakan water barrier, gak mungkin dengan beton karena itu kan sifatnya sementara," lanjut dia.
Setelah itu, kendaraan yang menuju PMI Bogor akan diarahkan turun masuk ke Jalan Jalak Harupat, lalu ke simpang Denpom masuk ke arah Air Mancur. Di mana, Jalan Jalak Harupat menuju simpang Denpom dibuat menjadi satu arah.
"Jadi yang dari arah PMI Bogor tidak bisa nerabas langsung (ke arah MCD Lodaya), harus ke kiri semua arusnya supaya tidak terganggu atau tidak terjadi crossing," ungkap dia.
"Dan mereka yang mau ke arah Warung Jambu bisa masuk lewat Jalan Pangrango," lanjut Danjen.
Sementara, untuk Jalan Suryakencana akan diubah menjadi arah sebaliknya, sehingga kendaraan bisa menuju ke Jalan Kapten Muslihat dan Paledang.
Akan tetapi, kendaraan tidak bisa masuk ke Jalan Jalak Harupat atau menuju Lapangan Sempur karena di simpang Denpom mereka diarahkan belok kiri menuju Jalan Sudirman atau Air Mancur.
"Jalan Djuanda satu arah. Putus ketemu di simpang Denpom. Yang dari Djuanda belok kiri, dari Sempur ke kanan, jadi meluncurnya ke arah air mancur," beber dia
Meski begitu, diakui Danjen, secara kongkrit penetapan rekayasa lalulintas ini akan diumumkan langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Di mana, pengumuman akan dibuat berupa bagan yang lebih rinci, sehingga semua masyarakat bisa melihat arusnya dengan jelas.
"Nanti akan diumumkan oleh pak wali. Secara garis besar memang kami sedang memantapkan dengan jajaran terkait, baik wilayah, Polresta dll. Kami juga masih menghitung berapa kebutuhan sarana prasarana yang dibutuhkan," ujar Danjen.
(Adi Wirman)


.webp)
