POJOKBOGOR.id - Dokter Rayendra dan Eka Maulana menghadiri pengajian rutin Paguyuban Pekerja Tanaman Hias Kota Bogor yang digelar di kawasan jual tanaman hias, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Rabu (18/09/2024) malam.

Acara yang dihadiri 20 perwakilan anggota paguyuban ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, memberikan kesempatan bagi para anggota untuk berdialog langsung dengan kedua calon pemimpin.

Acara dimulai pukul 21.15 WIB dengan sambutan dari para anggota paguyuban yang menyampaikan sejumlah keresahan.

Masalah penggusuran dan minimnya perhatian terhadap peran penting Ketua RT/RW serta Ibu Kader menjadi sorotan utama.

Anggota paguyuban mengungkapkan kurangnya kebijakan yang mendukung mereka, terutama terkait penataan ruang dan relokasi yang layak.

Menanggapi hal ini, Eka Maulana menekankan pentingnya kebijakan penggusuran yang manusiawi, dengan memberikan relokasi yang strategis dan layak.

Sementara itu, Dokter Rayendra memuji kontribusi besar Paguyuban Tanaman Hias dalam menjaga keasrian Kota Bogor.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk lebih memperhatikan masyarakat pinggiran dan elemen-elemen terdepan di masyarakat yang sering terabaikan.

"Profesi saya sebagai pengusaha memiliki kesamaan dengan apa yang Bapak/Ibu lakukan. Kalian adalah pengusaha di bidang tanaman hias, dan kontribusi kalian terhadap lingkungan Kota Bogor sangat besar," ujar Dokter Rayendra.

Selain dialog mengenai masalah yang dihadapi paguyuban, Dokter Rayendra juga memperkenalkan program Alun-Alun Kampung Glowing, yang dirancang untuk memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pedagang tanaman hias di masa depan.

Di penghujung acara, ia menyampaikan harapannya untuk maju dalam Pemilihan Walikota Bogor 2024 dan meminta dukungan dari anggota paguyuban.

Acara resmi berakhir sekitar pukul 22.21 WIB, namun beberapa anggota tetap melanjutkan konsultasi pribadi dengan Dokter Rayendra, terutama terkait masalah kesehatan.

Beberapa warga menyempatkan diri berkonsultasi mengenai penyakit seperti stroke. Sebelum pulang, sesi foto bersama diadakan sebagai kenang-kenangan.

Pertemuan ini meninggalkan kesan positif bagi anggota Paguyuban Pekerja Tanaman Hias, yang merasa optimis bahwa Dokter Rayendra dan Eka Maulana mampu menjadi pemimpin yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Bogor, khususnya mereka yang berada di garis depan kehidupan sosial.***