KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bogor Dedie Rachim atas pemahamannya terhadap data kesehatan masyarakat, khususnya terkait penyakit diabetes di Kota Bogor.
Apresiasi tersebut disampaikan Dante saat menghadiri pembukaan Kongres Nasional Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Tahun 2026 di Novotel Bogor Golf and Convention Center, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim turut mendampingi Wamenkes membuka kegiatan tersebut.
Dante menilai pemaparan Dedie mengenai kondisi kesehatan masyarakat menunjukkan pemahaman yang baik terhadap persoalan diabetes dan tantangan penanganannya.
“Pidato Bapak Wali Kota Bogor sudah masuk kriteria sebagai edukator diabetes, karena menguasai data-data kesehatan di Kota Bogor,” ujar Dante.
Angka tersebut menggambarkan bahwa sekitar satu dari delapan hingga sembilan orang mengalami diabetes.
Kondisi ini, menurut Dante, menjadi perhatian serius karena diabetes ibarat fenomena gunung es, di mana masih banyak kasus yang berpotensi belum terdeteksi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar upaya pencegahan maupun penanganan diabetes dapat dilakukan sedini mungkin.
Dante juga mendorong Persadia untuk semakin aktif memperluas kegiatan edukasi, termasuk membentuk klub-klub kesehatan bagi para penyandang diabetes.
Melalui wadah tersebut, para penderita diabetes diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperoleh dukungan dalam menjalani pengobatan dan menjaga kondisi kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie memaparkan capaian Kota Bogor dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pada 2025, Kota Bogor tercatat menjadi salah satu daerah dengan capaian pemeriksaan CKG tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 49 persen.
Namun, hasil pemeriksaan tersebut juga menunjukkan adanya tantangan dalam pola hidup masyarakat. Dedie mengungkapkan, sekitar 90 persen warga yang diperiksa diketahui memiliki kebiasaan kurang bergerak serta jarang mengonsumsi buah dan sayuran.
Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
Upaya pencegahan diabetes, lanjutnya, tidak cukup hanya melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.



