POJOKBOGOR.id - Warga yang ada di sekitar Tugu Kujang Kota Bogor nampak hikmad saat upacara penurunan bendera merah putih yang dilakukan oleh panitia Festival Merah Putih, Sabtu sore pukul 17.00 WIB, 2 Agustus 2025.

Tak hanya panitia penurunan bendera merah putih saja, warga yang ada di sekitar pun turut memperlihatkan sikap hormat mereka. Bahkan, beberapa yang memiliki kendaraan mematikan mesin mobilnya untuk ikut hormat, meskipun di dalam mobil, dan penjual bakso di dekat Tugu Kujang pun sama.

Seperti diketahui, Festival Merah Putih 2025 resmi dimulai, kegiatan diawali dengan pengibaran bendera merah putih yang berlangsung di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 1 Agustus 2025.

Baca Juga: Jalan R3 Jadi Jalur Alternatif Puncak Menuju Warung Jambu, Tak Perlu Lewat Tajur Lagi

Pengibaran dilakukan pukul 07.00 WIB, agenda ini akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 31 Agustus 2025 mendatang.

Tujuannya untuk menanamkan jiwa nasionalisme warga Kota Bogor.

Setiap kali sang saka dikibarkan, seluruh aktifitas di Tugu Kujang dihentikan, termasuk pengendara yang melintas di area tersebut semua diminta untuk ikut hormat kepada bendera merah putih.

Baca Juga: Pemkot Bogor Mulai Bangun Jalur Roda Dua di Batutulis, Ditarget Rampung 14 Hari

Upacara bendera perdana ini melibatkan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor dan mereka menjadi petugas protokol upacara sekaligus simbol semangat perjuangan para pahlawan.

“Kita ingin PPI bukan hanya menjalankan tugas seremonial, tapi juga menjadi ruh dari semangat merah putih,” ujar Ketua Umum FMP, Benyamin Mbooh.

Petugas upacara tiap harinya akan bergiliran, sebanyak 25 sekolah jenjang SMP dan SMA turut dilibatkan, enam institusi lainnya berasal dari organisasi dan lembaga non-formal.

Baca Juga: Mahasiswa Bogor Kepung Sudirman, RKUHAP Dinilai Ancam Demokrasi dan Langgar HAM

Keterlibatan mereka itu diharapkan dapat menanamkan jiwa nasionalisme dan tanggung jawab menjaga sang saka merah putih, juga sekaligus menjadi motor perubahan.

“Generasi muda harus memastikan merah putih selalu berkibar, termasuk di dalam hati mereka masing-masing,” urai Ketua Umum Festval Merah Puti, Benyamin Mbooh.