POJOKBOGOR.id – Pemkot Bogor terus memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan semakin kompetitif. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong sertifikasi halal sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Sebanyak 87 UMKM Kota Bogor menerima sertifikat halal dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Halal, Bazaar SAE PISAN, dan LaJu UMKM di Aula KPPN Bogor, Jalan Juanda, Selasa (15/9/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengatakan penguatan UMKM membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Menurutnya, sertifikasi halal dapat menjadi salah satu modal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran.

“UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian dan kehidupan masyarakat Kota Bogor. Perannya tidak hanya berkaitan dengan usaha dan omzet, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Denny.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dunia usaha dan berbagai pihak yang telah membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal.

Denny berharap sertifikat yang telah diperoleh tidak berhenti sebagai kelengkapan administrasi, tetapi menjadi pemacu bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan bisnis.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi UMKM Kota Bogor untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen,” katanya.

Tak Hanya Sertifikasi, UMKM Didorong Perluas Pasar

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Bogor juga mendorong penguatan akses pemasaran melalui Bazaar SAE PISAN (Sarana Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas dan Kelompok Rentan) dan LaJu UMKM (Lapak Jumat UMKM).

Program tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

Denny mengatakan akses pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Sebab, produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen.

“Melalui program seperti ini, para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk menampilkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui kegiatan usaha.

Kolaborasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Pemkot Bogor memastikan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.

Salah satunya melalui program LaJu UMKM yang berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara KPPN Bogor dan DKPP Kota Bogor pada 17 Januari 2025.

Denny menilai sinergi lintas sektor penting agar pengembangan UMKM tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi mampu menciptakan usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

“Ke depan, sinergi antarpihak harus terus diperkuat melalui berbagai gagasan kreatif dan program yang mampu menjawab kebutuhan UMKM, sehingga UMKM Kota Bogor dapat tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.