KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.ID - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, didampingi Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, meninjau langsung hasil program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (7/11/2026).
Keduanya menyusuri gang-gang sempit di kawasan permukiman padat penduduk untuk melihat kondisi rumah warga yang telah mendapatkan bantuan renovasi.
Peninjauan dilakukan guna memastikan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi sebelum rumah diperbaiki.
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar juga menyambangi sejumlah penerima manfaat, di antaranya seorang ibu yang sehari-hari berjualan soto dan seorang warga yang bekerja sebagai sopir angkutan kota.
"Harus dengan niat baik, tetapi juga mesti punya konsep yang utuh. Bagaimana kita menggabungkan berbagai macam dukungan negara," ujarnya.
Ia mengungkapkan, khusus di Kota Bogor, sebanyak 1.249 rumah telah mendapatkan perbaikan melalui program Kementerian PKP sepanjang 2026.
Menurutnya, bantuan perbaikan rumah harus diberikan secara tepat sasaran, terutama kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Setelah rumah diperbaiki, pemerintah juga mendorong dukungan dari Kementerian ATR/BPN untuk membantu penerbitan sertifikat tanah bagi warga yang memenuhi kriteria.
Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak berhenti pada peningkatan kualitas bangunan, tetapi juga memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.
"Melalui kerja sama lintas instansi, lembaga, dan kementerian, negara harus benar-benar hadir untuk rakyat," tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki taraf hidup.
"Dengan intervensi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, artinya bisa meningkatkan penghasilan masyarakat. Nantinya, masyarakat yang tangannya di atas akan lebih banyak, sementara yang masih harus dibantu, kita fokus bantu sesuai dengan data yang kita miliki," ungkap Dedie.
Ke depan, Pemkot Bogor berharap program peningkatan kualitas hunian dapat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi agar semakin banyak masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya.



