BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wajah Jalan Dr. Semeru di Kecamatan Bogor Barat kini resmi bersolek. Sebanyak 28 lapak pedagang, mulai dari toko bunga, bengkel, hingga kuliner, yang telah menduduki trotoar selama lebih dari dua dekade, akhirnya diratakan oleh pemerintah setempat pada Selasa (13/10/2026).

Suasana di sepanjang jalur tersebut kini tampak berbeda. Puing-puing bangunan, rangka kayu, dan atap seng yang dulunya menutupi hak pejalan kaki kini menumpuk rapi di tepi jalur pedestrian untuk segera diangkut armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, mengungkapkan bahwa pembongkaran hari pertama telah merampungkan 80 persen dari total target.

“Besok alat berat akan turun. Setelah itu, sisa bongkaran diangkut DLH, dan Dinas PUPR langsung masuk untuk pembangunan jalur pedestrian,” tegas Dudi di lokasi penertiban.

Proses penertiban lapak yang sudah berdiri dua dekade ini berlangsung kondusif. Berkat pendekatan persuasif yang melibatkan Satpol PP, PLN, Dinas PUPR, dan DLH, para pedagang secara kesadaran mandiri memilih membongkar lapak mereka sendiri.

Dudi menegaskan, langkah ini dilakukan bukan untuk mematikan mata pencaharian warga, melainkan demi mengembalikan fungsi fasilitas umum agar aman dan nyaman, khususnya bagi lansia dan pejalan kaki.

"Kami tidak melarang warga mencari nafkah, tapi usahanya tidak boleh merampas hak publik. Para pedagang memahami ini dan tengah berkoordinasi dengan pihak RS Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) untuk merelokasi usaha mereka," jelas Dudi.

Penataan masif ini dipastikan tidak hanya berhenti di Jalan Dr. Semeru, tetapi juga menyasar kawasan strategis lain seperti Perempatan Pancingan, Taman Yasmin, hingga jalur Semplak dan Bubulak. Satpol PP Kota Bogor juga disiagakan untuk melakukan patroli rutin guna mencegah munculnya kembali pedagang kaki lima liar.