POJOKBOGOR.id - Misteri keberadaan Bayu Zulkarnaen, ASN Pemerintah Kota Bogor, memasuki babak baru. Setelah lebih dari sebulan dilaporkan hilang dan diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Bayu kini kabarnya ditemukan di wilayah Sukabumi.
Menanggapi kabar tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan Pemkot Bogor belum dapat memastikan informasi tersebut sebelum adanya keterangan resmi dari kepolisian.
“Kita menunggu kabar dari Polres Bogor,” kata Jenal.
Jenal mengatakan, Wali Kota Bogor Dedie Rachim akan berkomunikasi dengan Kapolres maupun Wakapolres untuk mendapatkan informasi terbaru sekaligus memastikan status Bayu.
“Update dan insyaallah Pak Wali langsung akan komunikasi dengan Kapolres atau Wakapolres, bahwa tentu harus ada status ya yang memberikan penjelasan kepada publik,” ujarnya.
Menurut Jenal, kepastian status Bayu juga penting karena akan berkaitan dengan status kepegawaiannya sebagai ASN Pemkot Bogor.
BKPSDM Kota Bogor, kata dia, dijadwalkan membahas persoalan tersebut bersama Wali Kota Bogor pada Jumat.
Pembahasan itu akan mencakup norma dan ketentuan kepegawaian, termasuk bagaimana mekanisme yang harus ditempuh apabila status seorang ASN masih belum mendapatkan kepastian.
“Norma, pasal, dan lain-lain pemberhentian, apakah cukup mekanisme dengan status yang belum tahu nih statusnya memang betul-betul hilang, meninggal, atau apa gitu kan,” tutur Jenal.
Jenal menegaskan, keputusan mengenai status kepegawaian Bayu nantinya akan bergantung pada kepastian status dari kepolisian.
“Dari Kapolres, ketika polresnya menentukan kondisi status Bayu seperti apa, maka ini akan berimbas kepada keputusan BKPSDM tentang status kepegawaian yang bersangkutan,” jelasnya.
Bayu sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke Sungai Cisadane di sekitar Jembatan Pamoyanan, Kota Bogor, pada Kamis (13/8/2026) malam.
Bayu diketahui merupakan ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor. Setelah laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Cisadane.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas dan BPBD. Pencarian juga dilakukan selama beberapa hari untuk menemukan keberadaan Bayu.
Dalam perkembangannya, polisi turut menelusuri sejumlah petunjuk, termasuk informasi terkait pelacakan ponsel milik Bayu.
Namun, setelah pencarian dilakukan di sejumlah titik di sekitar Sungai Cisadane, keberadaan Bayu belum juga diketahui.
Dalam siaran langsung yang beredar pada Rabu 16 September 2026, Bayu disebut telah ditemukan di wilayah Sukabumi.
Tak hanya ditemukan, Bayu juga disebut telah diamankan dan dijemput oleh tim dari Polresta Bogor Kota.
Kabar tersebut sontak memunculkan tanda tanya baru. Sebab, sejak awal Bayu dilaporkan hilang, pencarian dilakukan berdasarkan dugaan bahwa dirinya terjatuh dan hanyut di Sungai Cisadane.
Pemkot Bogor kini menunggu penjelasan resmi dari kepolisian untuk memastikan kondisi Bayu sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya terkait status kepegawaiannya.


.webp)
