BOGOR.POJOKSATU.id - Rencana penutupan peron di Stasiun Bogor yang sebelumnya dijadwalkan mulai Senin, 13 April 2026, dipastikan belum jadi dilaksanakan.
Penundaan ini membuat operasional perjalanan KRL Commuter Line masih berjalan seperti biasa tanpa perubahan jadwal.
Kepala Stasiun Bogor, Mardiono, mengonfirmasi bahwa pekerjaan tersebut tidak dimulai hari ini dan akan diundur dalam beberapa waktu ke depan, meski belum ada kepastian tanggal terbaru.
“Gak jadi hari ini, mundur. Mundurnya beberapa hari, tapi pastinya belum bisa dipastikan,” ujar Mardiono.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada penyesuaian baik dari sisi jadwal perjalanan maupun pola operasional di Stasiun Bogor. Informasi lanjutan terkait kapan proyek akan dimulai akan disampaikan kemudian kepada publik.
“Untuk saat ini belum ada perubahan, baik jadwal maupun operasional masih normal,” tambahnya.
Sebelumnya, proyek perpanjangan peron ini diperkirakan akan berdampak pada layanan KRL, di mana sekitar 31 perjalanan direncanakan mengalami penyesuaian waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 menit dari jadwal normal.
Meski demikian, sistem akses penumpang seperti jalur masuk, tap in, dan tap out dipastikan masih tetap menggunakan mekanisme yang sama seperti saat ini.
“Akses penumpang, termasuk tap in dan tap out, masih tetap sama, belum ada perubahan,” tegas Mardiono.
Ia juga menambahkan bahwa selama proses pengerjaan peron berlangsung nantinya, skema akses penumpang akan tetap dipertahankan. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian di lapangan, tergantung kondisi dan progres proyek.
Dengan adanya penundaan ini, penumpang KRL di Stasiun Bogor masih dapat beraktivitas seperti biasa, sembari menunggu kepastian jadwal terbaru dari pihak pengelola.***


.webp)
