BOGOR.POJOKSATU.id - Operasi Keselamatan Jaya 2026 resmi digelar mulai Senin (2/2/2026) hingga 15 Februari 2026. Operasi yang dilaksanakan serentak secara nasional ini juga berlangsung di wilayah Bogor dengan fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Jajaran Polresta Bogor Kota menegaskan bahwa sejumlah pelanggaran akan menjadi prioritas penindakan selama operasi berlangsung.

KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menyebut operasi ini tidak hanya bersifat penegakan hukum, tetapi juga bertujuan meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat di jalan raya.

“Sasaran utama Operasi Keselamatan Jaya adalah pelanggaran lalu lintas yang berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan,” ujar Iptu Lukito.

Berikut daftar pelanggaran yang akan langsung menjadi sasaran razia selama Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Bogor:

Pelanggaran Pengendara Sepeda Motor

1. Tidak menggunakan helm standar (SNI) : Pengendara maupun penumpang yang tidak mengenakan helm akan langsung ditindak.

2. Berboncengan lebih dari dua orang : Pelanggaran ini dinilai membahayakan keselamatan dan stabilitas kendaraan.

3. Berkendara tidak tertib : Termasuk melawan arus, menerobos lampu merah, dan berkendara ugal-ugalan.

4. Pengendara di bawah umur : Anak-anak yang belum memiliki SIM menjadi perhatian khusus petugas.

Pelanggaran Pengemudi Kendaraan Roda Empat

1. Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt) : Berlaku bagi pengemudi maupun penumpang di kursi depan.

2. Menggunakan ponsel saat mengemudi : Aktivitas menelepon, mengetik pesan, atau bermain gawai saat berkendara akan langsung ditindak.

3. Mengabaikan aturan keselamatan dasar : Termasuk tidak mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan.

“Pengendara roda empat wajib menggunakan safety belt dan tidak boleh memegang atau memainkan handphone saat berkendara. Ini pelanggaran yang sering dianggap sepele, padahal risikonya besar,” tegas Iptu Lukito.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Jaya 2026 tidak semata-mata mengedepankan penindakan. Edukasi dan imbauan kepada masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab semua pengguna jalan,” pungkasnya.

Operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Bogor, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat sebelum Ramadan dan Idulfitri. ***