POJOKBOGOR.id - Polresta Bogor Kota mengungkap perkembangan kasus tawuran di Tanah Sareal yang sempat viral setelah seorang remaja ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis.
Tiga orang dewasa ditetapkan sebagai tersangka, sementara tujuh lainnya yang terlibat merupakan anak di bawah umur.
Konferensi pers digelar di Mako Polresta Bogor Kota pada Senin (10/11/2025), menghadirkan tiga tersangka dewasa berinisial A, Y, dan S.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi, menjelaskan bahwa penyelidikan dimulai segera setelah video kejadian menyebar luas di media sosial.
“Kami menindaklanjuti informasi adanya remaja tergeletak yang dievakuasi ke rumah sakit. Tim gabungan Satreskrim, Polsek Tanah Sareal, dan intelkam langsung bergerak,” ujar Kompol Aji.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa tawuran terjadi karena dua kelompok remaja sepakat bertemu untuk bentrok setelah saling berkomunikasi melalui pesan di Instagram.
Lokasi bentrokan berada di kawasan Komplek Darmais Kencana, Kecamatan Tanah Sareal.
Dari 10 orang yang diamankan, tiga di antaranya merupakan pelaku dewasa yang kini ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara tujuh lainnya masih berstatus pelajar SMA dan SMK di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Kompol Aji menyebut para remaja yang terlibat dalam tawuran sekaligus menjadi pelaku dan korban.
Satu remaja mengalami luka berat di bagian kepala, punggung, tangan, dan leher sehingga harus menjalani operasi dan kini masih dalam perawatan intensif.
“Dalam kasus ini, pelaku merupakan korban dan korban merupakan pelaku. Kami menerapkan Pasal 358 ayat 1 junto Pasal 335 ayat 1 KUHP,” jelasnya.
Dalam operasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam, delapan bilah celurit, dua golok gobang, dan satu pedang yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.
Kompol Aji juga mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau orang tua memastikan anak-anak berada di rumah sebelum pukul 22.00. Kami akan terus melakukan razia untuk mencegah tindakan serupa,” tegasnya.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam insiden tawuran tersebut.
Korban yang sempat viral dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.



