BOGOR.POJOKSATU.id - Adanya rencana tentang pembangunan Jalan Dadali yang akan langsung tembus ke Jalan Sholeh Iskandar Bogor ternyata bukan hanya isu saja, melainkan akan benar-benar menjadi kenyataan.

Proyek pembangunan Jalan Dadali tembus Sholeh Iskandar ini dikatakan akan mulai dikerjakan tahun 2026 mendatang, dengan dibangun sepanjang 526 meter.

Namun Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan ada beberapa kendala yang harus segera diselesaikan terlebih dulu, salah satunya yakni pembebasan lahan.

Dimana lahan yang terdampak justru ada di pemukiman padat penduduk. Sebab akan ada banyak rumah yang pada akhirnya terdampak pembangunan ini.

“Kurang lebih ada 50 rumah yang harus dibebaskan. Dan itu tantangan terbesar proyek jalan baru dari Dadali ke Sholeh Iskandar ini, karena berada di kawasan penduduk yang relatif padat,” ungkapnya.

Esti menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kajian mendalam berupa feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) untuk proyek pembangunan jalan baru yang akan menjadi akses utama menuju kawasan Transit Oriented Development (TOD) Sukaresmi.

Menurutnya, pembangunan Jalan Dadali yang tembus hingga Sholeh Iskandar diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan, terutama di sekitar Pasar Jambu Dua yang diproyeksikan semakin padat seiring dengan beroperasinya pasar tersebut.

“Karena kawasan Jambu Dua diproyeksikan semakin ramai setelah Pasar Jambu Dua resmi beroperasi,” ujarnya.

Esti menambahkan, berdasarkan data 12 program prioritas pembangunan jalan, proyek ini memerlukan anggaran yang cukup besar.

Dana tersebut meliputi pembiayaan studi kelayakan, penyusunan dokumen lingkungan dan lalu lintas, penyusunan atau revisi DED, pembebasan lahan, hingga tahap konstruksi fisik jalan.

“Secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp146 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2030,” terang Esti lebih lanjut.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak agar proyek ini dapat berjalan lancar. Esti berharap masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur tersebut. ***