POJOKSATU.id, BOGOR - Setelah sempat vakum selama beberapa tahun, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Kota Bogor menggeliat lagi. Lembaga pencetak tenaga kerja ini mulai aktif menggelar pelatihan.

Kepala UPTD BLK Kota Bogor, Ratna Noviyanti bergerilya mencari dan menjemput program pelatihan berbasis kompetensi di Kementerian Tenaga Kerja maupun lembaga swasta. Langkah itu dilakukan karena Pemerintah Kota Bogor tak menyediakan anggaran pelatihan untuk BLK tahun ini.

Hasilnya tidak sia-sia. Beberapa lembaga swasta bersedia menjalin kerja sama dengan BLK Kota Bogor untuk menggelar pelatihan, seperti pelatihan Bahasa Jepang dan pelatihan AI.

Baca Juga: Sadis, Cucu Membakar Nenek dan Pamannya Sendiri Sampai Meninggal Hangus Terpanggang

Selain itu, BLK Kota Bogor juga menerima program Pelatihan Konten Visual untuk Media Sosial dari Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi.

Pelatihan Kotan Visual dilaksanakan selama 20 hari. Melalui pelatihan tersebut, BLK bertekad menciptakan content creator yang mumpuni dan mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor.

"Pelatihannya sudah berjalan sejak Senin, 8 September 2025. Setelah selesai pelatihan, peserta akan mengikuti on On the Job Training (OJT) di industri selama satu bulan untuk lebih meningkatkan kompetensi mereka," ujar Ratna Noviyanti kepada Pojok Bogor, Jumat, 12 September 2025.

Baca Juga: Demo Buruh 2025: Tuntutan Upah Layak dan Peran HR dalam Menyikapinya

Perempuan yang akrab disapa Gita ini menambahkan, BLK menggandeng instruktur profesional dari industri untuk memberikan materi soft skill kepada peserta pelatihan. Materinya mencakup berbagai kemampuan nonteknis yang berkaitan dengan kepribadian dan interaksi sosial, seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, kepemimpinan, manajemen waktu, dan adaptasi.

"Peserta harus kuat mental, tidak boleh cepat menyerah ketika menemui kesulitan, terutama saat mereka mulai bekerja nanti," ucap Gita.

Gita menambahkan, peserta pelatihan yang berjumlah 16 orang masih muda semua. Paling tua berusia 30 tahun. Masa depannya masih panjang.

Baca Juga: Informasi Lengkap Ganjil Genap di Puncak Bogor Hari Ini Sabtu 13 September

"Jangan takut gagal. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran paling berharga. Pengalaman adalah guru terbaik," katanya.

"Jangan cepat menyerah saat menghadapi kesulitan di dunia kerja. Keberhasilan seseorang seringkali lahir dari perjuangan menghadapi kesulitan. Jadikan sebagai ujian dalam membangun karakter, keterampilan, dan ketekunan," tambah Gita.

Gita mengatakan ilmu yang diberikan oleh para instruktur dapat menjadi bekal berharga bagi peserta saat memasuki dunia kerja.

"Kita berharap peserta pelatihan nantinya bisa langsung kerja sehingga angka pengangguran di Kota Bogor turun," tandas Gita.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bogor mencapai 8,13%. Angka ini menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu kota dengan tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Pojoksatu.id, Faturohman S Kanday yang diberikan kepercayaan untuk memberikan materi soft skill mengatakan Bogor merupakan 'tambang' konten.

"Tapi 'tambang' konten ini malah dikeruk orang luar, terutama content creator dari Jakarta. Kalian semua adalah calon 'penambang' baru. Buktikan, kalian bisa!," tegas pria yang akrab disapa Fatur di depan peserta pelatihan, Jumat 12 September 2025.

Founder Naik Kelas Digital ini memberikan salah satu contoh lokasi 'tambang' konten di Kota Bogor, yakni kawasan Surya Kencana. Lokasi ini dikenal sebagai pusat kuliner legendaris dan kawasan pecinan di Kota Bogor. Tempat ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kental dengan perpaduan budaya Sunda dan Tionghoa.

Sebagaimana diketahui, konten visual kini menjadi ujung tombak dalam strategi komunikasi di media sosial. Gambar, video, hingga infografis dinilai lebih efektif menarik perhatian audiens dibandingkan teks semata.

Pelatihan konten visual menghadirkan materi seputar visual storytelling, prinsip desain, tren digital, hingga teknik produksi konten dengan perangkat sederhana. Tidak hanya teori, peserta juga dibimbing praktik membuat konten sesuai karakter platform seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube.

Melalui pelatihan konten visual, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis dalam menciptakan kontenyang menarik, informatif, dan sesuai dengan target audiens.

Selain itu, peserta juga dituntut untuk memahami strategi komunikasi digital, sehingga konten yang dihasilkan tidak hanya indah dipandang tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif. ***