POJOKBOGOR.id - Menduduki peringkat keempat jumlah pengangguran terbanyak di Jawa Barat, Balai Latihan Kerja atau BLK Kota Bogor melakukan peresmian dan Kelas SSW (Specified Skilled Worker) kepada puluhan calon tenaga kerja Angkatan ke-2 yang akan dikirim ke Jepang, di Aula BLK Kota Bogor, Rabu 6 Agustus 2025.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, ada 37 calon tenaga kerja yang akan dikirim BLK Kota Bogor ke Jepang. Jumlah angkatan ke-2 ini lebih banyak jika dibandingkan dengan Angkatan pertama yang dikirimkan ke negeri Sakura.

Jika sebelumnya BLK Kota Bogor mendata yang hanya 23 orang, dan memenuhi syarat 11 orang, serta 9 peserta yang menandatangani kontrak engan beberapa perusahaan yang ada di Jepang.

Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto bagikan Bibit Pohon, Ajak Masyarakat Lakukan Penghijauan

"Mudah mudahan yang Angkatan ke-2 ini biasa semuanya lolos seleksi," tutur Hanafi usai memberikan pembelakan kepada para calon tenaga kerja.

Dia mengungkapkan, kesempatan bekerja itu banyak dan tidak hanya di Bogor dan Indonesia saja, di luar negeri membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya di Jepang, karena angka kelahiran di sana cukup rendah, sehingga kekurangan sumber daya manusia (SDM).

"Di Jepang itu penurunan jumlah penduduknya turun drastis, berbanding terbalik dengan Indonesia. Sehingga jumlah lapangan pekerjaan di sana dari semua sisi cukup banyak," kata dia.

Sementara, di Kota Bogor sendiri memiliki ngka pengangguran yang tinggi, sehingga BLK Kota Bogor melakukan program tersebut agar terjadi pemerataan dengan cara bekerja sama dengan perusahaan dari Jepang.

Baca Juga: Hilang 3 Hari, Eti Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

"Selain program pengiriman tenaga kerja ini, Pemkot Bogor juga menggelar Job Fair baru baru ini untuk menyerap tenaga kerja lainnya," ungkap dia.

Dia melihat, dunia pekerjaan saat ini lebih membutuhkan saat ini adalah kompetensi. Sehingga Ketika masuk dunia kerja, kompetensinya cukup diperhitungkan.

Dia juga menyebutkan, Gakken merupakan salah satu agen yang cukup terkenal di Jepang untuk merekrut beberapa kebutuhan tenaga kerja untuk di sana.

Kepala UPTD BLK Kota Bogor, Ratna Novianti menguraikan, saat ini penempatan yang dibutuhkan untuk bidang core kepper serta food and baverage.

"Yang sudah siap penempatannya untuk dua bidang itu. Sementara yang sudah ada kontrak kerjanya ada 9 orang untuk ditempatkan di bidang pertanian," tutur dia.

Ratna juga menjelaskan, untuk bisa lolos seleksi bekerja di Jepang, calon tenaga kerja lebih dulu diverifikasi.

Baca Juga: Ogah Bayar Parkir, Pemotor di Cileungsi Bogor Berakhir Tertimpa Palang Pintu Otomatis

Adapun, sambung dia, syarat yang ditetapkan antara lain administrasi, lolos tes kesehatan, setelah itu diwawancara langsung oleh ageb dari Jepang.

Jika sudah lolos segala persyaratan, Ratna menyebutkan para peserta dikarantina selama enam bulan agar bisa belajar Bahasa Jepang. "Jika semua sudah memenuhi syarat itu semua, barulah kami kirimkan tenaga kerja tersebut ke Jepang," jelas dia memungkasi.