POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor melalui UPTD Pengolahan Air Limbah (PAL) aplikasi digital Sistem Informasi Pengolahan Air Limbah Jemput Limbah Terjadwal ( Si IPAL Jelita ).

Si IPAL Jelita akan terus digencarkan supaya sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya merawat septic tank dengan melakukan sedot tinja secara berkala.

Langkah Si IPAL Jelita ini dinilai krusial demi menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran.

Baca Juga: 100 Orang Ikuti Program Padat Karya di Kota Bogor, Jenal Mutaqin : Kalau LIhat Drainase Mampet Silahkan Dibersihkan

Kepala UPTD PAL Kota Bogor, Pritta Yoesniawaty mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendorong penggunaan layanan sedot tinja atau kakus terjadwal melalui Si IPAL Jelita.

"Si IPAL Jelita hadir sebagai bentuk inovasi dari UPTD PAL untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses layanan sedot kakus maupun sewa bus toilet tanpa harus datang ke kantor," kata dia Selasa, 22 Juli 2025.

"Cukup melalui gadget di rumah, semuanya bisa dilakukan secara daring," sambungnya.

Baca Juga: Pemkot Bogor Kukuhkan Tim CSIRT, Dedie Rachim: Garda Terdepan Hadapi Ancaman Siber

Menurut Pritta, aplikasi Si IPAL Jelita ini merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya, yakni Sisninja Kota Bogor yang kini dilengkapi dengan fitur pendaftaran online.

Setelah di unduh melalui Playstore, pengguna akan mendapatkan notifikasi pengingat jadwal penyedotan septic tank secara berkala setiap tiga tahun.

"Langkah ini adalah terobosan kami dalam mendukung target Pemkot Bogor menuju 100 persen akses sanitasi layak pada tahun 2030, dengan 30 persen di antaranya harus masuk kategori aman," ucapnya.

Sistem layanan terjadwal ini juga, lanjut Pritta, membantu efisiensi operasional karena kendaraan dapat melayani beberapa rumah dalam satu wilayah sehingga mengurangi biaya dan waktu tempuh, serta mendukung upaya pemetaan database pelanggan yang lebih akurat dan terencana.

Baca Juga: Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Bahas Persoalan Longsor Batutulis, Warga Minta Akses Pakuan Hills Dibuka

Kendati demikian, Pritta mengaku banyak masyarakat belum menyadari bahaya pencemaran lingkungan akibat septic tank yang tidak disedot secara berkala. Lumpur tinja yang terlalu lama mengendap bisa terserap ke dalam tanah dan mencemari air tanah.

"Padahal, sedot kakus secara berkala sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dan kesehatan lingkungan sekitar," tegasnya.

Adapun data UPTD PAL Kota Bogor menunjukkan bahwa meskipun capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa sedot kakus selalu memenuhi bahkan melampaui target, terjadi penurunan pada jumlah pelanggan dari kategori rumah tinggal. Di tahun 2022 tercatat 600 pelanggan, turun menjadi 500 pada 2023 dan kembali turun menjadi 300 di tahun 2024.

"Secara PAD memang tercapai karena terbantu dari kategori usaha yang rutin melakukan sedot kakus. Namun, untuk rumah tinggal justru menurun. Ini jadi perhatian kami ke depan," imbuhnya.

Tahun 2025, masih kata Pritta, UPTD PAL Kota Bogor menargetkan PAD sebesar Rp240 juta. Pada tahun 2024 lalu, realisasi PAD tercatat sebesar Rp246 juta.

Pritta menuturkan, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan semua pihak salah satunya Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mengedukasi masyarakat, seperti melalui sosialisasi jemput bola ke puskesmas dan ruang publik lainnya.

Terkait tarif jasa sedot kakus, untuk kategori rumah tinggal di Kota Bogor dikenakan biaya sekitar Rp250 ribu, sementara di Kabupaten Bogor sebesar Rp300 ribu.

Untuk kategori usaha dan perkantoran, tarif berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta tergantung jenis layanannya.

"Total pelanggan kami saat ini sebanyak 496 dengan jumlah reservasi mencapai 700 di tahun 2024 lalu. Pelayanan kami juga menjangkau wilayah Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan kota," ujarnya.

Pritta berharap, masyarakat dapat lebih memperhatikan kesehatan lingkungan dan memanfaatkan layanan resmi dari pemerintah, yang memiliki sistem pembuangan dan pengolahan limbah yang jelas dan sesuai standar.

"Dengan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan sedot kakus dari UPTD PAL, maka kita bisa bersama-sama mewujudkan target sanitasi layak di tahun 2030 mendatang," tandas saat peluncuran Si IPAL Jelita.