POJOKBOGOR.id – Suasana Taman Ekspresi Lapangan Sempur mendadak semakin meriah pada Minggu (22/6/2024).

Rumah Kreatif Penghuni Kolong (RKPK) menggelar Festival Musik Jalanan, menghadirkan 19 grup musisi jalanan yang biasa unjuk kebolehan di berbagai sudut Kota Bogor.

Sejak pagi usai seremoni pembukaan, para musisi tampil bergantian di panggung Taman Ekspresi, menampilkan aksi energik mereka.

Acara ini dipandu dengan penuh semangat oleh Tohir Kulikulo sebagai MC, menciptakan suasana hangat dan akrab.

Nama-nama band yang tampil di antaranya N’one Band, JABD Band, Blue Band, Bio Band, Skaratom Band, Kolong Temeran Band, D’Bongkrek Band, hingga ACH Band yang sukses menyita perhatian penonton.

Ketua panitia, Ervan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan tindak lanjut dari audisi musisi jalanan bersama Wakil Wali Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Tujuannya untuk memberi ruang yang lebih tertata bagi para musisi jalanan agar bisa berkarya di tempat yang layak.

“Kami ingin mengubah stigma negatif tentang musisi jalanan. Lewat festival ini, kami buktikan bahwa kami juga punya talenta dan layak mendapat perhatian,” ungkap Ervan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Ice Pujiati, yang hadir dalam kesempatan itu, menegaskan bahwa festival ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor ke-543.

Ia mengaku terkesan dengan bakat para musisi jalanan yang tampil.

“Mereka punya talenta luar biasa! Sudah saatnya kita hapus stigma lama tentang musisi jalanan. Mereka pantas diberi tempat dan kesempatan,” ujar Ice.

Festival ini juga melibatkan tiga dewan juri, yakni Dedi Ewan, Coim Kusnadi, dan Ervin Yulianto, yang menilai penampilan para band hingga sore menjelang magrib.

Hasilnya, ACH Band berhasil keluar sebagai Juara 1, diikuti Konsisten Band sebagai Juara 2, dan JABD Band sebagai Juara 3.

Sementara itu, Bio Band, D’Bongkrek Band, dan Skaratom Band masing-masing meraih Harapan 1, 2, dan 3.

Selain jadi ajang unjuk bakat, festival ini juga diharapkan bisa jadi momentum memperkuat silaturahmi antar musisi jalanan dan membuka peluang mereka tampil di ruang-ruang publik secara resmi.***