POJOKBOGOR.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menerima kunjungan Ketua Yayasan PETA Tinton Soeprapto di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (13/5/2025).

Keduanya membahas rencana pembangunan patung Jenderal Sudirman di kawasan Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.

Dedie menegaskan, pembangunan patung ini bukan sekadar proyek estetika kota, tapi upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan yang lahir dari Bogor, kota yang punya sejarah penting sebagai tempat berdirinya Sekolah PETA sejak 1943.

“Bogor bukan sekadar kota hujan, tapi juga kota yang melahirkan para tokoh besar. Ini warisan sejarah yang perlu kita teruskan pada generasi muda,” ujarnya.

Patung Jenderal Sudirman ini dirancang sebagai simbol ikatan sejarah antara masa lalu dan masa depan.

Dedie berharap, kehadirannya bisa menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus inspirasi semangat nasionalisme bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Ketua Yayasan PETA, Tinton Soeprapto, mendukung penuh rencana ini. Ia menekankan bahwa Jenderal Sudirman bukan hanya pahlawan nasional, tapi juga tokoh penting dalam sejarah militer dunia.

“Perang gerilya pertama di dunia dipimpin oleh Sudirman. Dan semua itu bermula dari sini, Bogor, satu-satunya tempat pendidikan PETA di dunia,” tutur Tinton.

Pertemuan ini sekaligus mengingatkan kembali bahwa sejak 19 Oktober 1995, Bogor telah resmi menyandang predikat sebagai Kota PETA, berdasarkan SK DPRD Kotamadya Tingkat II Bogor.

Tinton juga memuji komitmen Dedie Rachim dalam mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan dan pendidikan karakter lewat pendekatan sejarah.

“Gayung bersambut. Kalau kami mendayung, Pak Wali yang kibarkan layar. Ini kolaborasi untuk masa depan bangsa,” ucapnya.

Sebagai informasi, pendidikan dan pelatihan PETA dimulai pada 1943 dan menjadi fondasi awal militer Indonesia.

Museum PETA yang berdiri di Jalan Jenderal Sudirman kini menyimpan lebih dari 500 senjata peninggalan sejarah dan menjadi saksi bisu semangat para pembela tanah air.***