POJOKBOGOR.ID - Warga di Kampung Rawajaha, Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, semakin mantap memberikan dukungannya kepada calon wali kota Bogor nomor urut 4, Rena Da Frina.

Mereka mengaku terkesan dengan kepribadian dan visi yang dibawa Rena Da Frina, terutama setelah mengikuti debat Pilkada yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Rena Da Frina, satu-satunya calon perempuan yang ikut serta dalam Pilkada Kota Bogor, berhasil mencuri perhatian warga Rawajaha melalui pemaparannya yang lugas dan percaya diri. Dalam debat yang dihadiri oleh empat pasangan calon lain, Rena menunjukkan pengalamannya dalam memimpin warga Kota Bogor saat ia menjabat sebagai lurah, camat, hingga kepala dinas. 

Baca Juga: Makin Ketat, Elektabilitas Atang Trisnanto -Annida Sisakan 2 Persen dari Dedi Rachim - Jenal

Pengetahuan tentang permasalah Kota Bogor, solusi yang ditawarkan, maupun kemampuan dalam berkomunikasi di depan publik, menjadi nilai tambah tersendiri bagi Rena Da Frina.

Bahkan, wanita bergelar magister dari IPB University itu juga kerap mendapat pujian karena kecantikan serta pembawaannya yang santai.

“Bu Rena itu jelas dan ngga bertele-tele, jadi pesan-pesannya mudah dipahami. Saya nonton debat Pilkada bersama suami,” kata Rahani (30), seorang ibu rumah tangga di Rawajaha RT 2 RW 3.

Rohani tak menyangka jika sosok Perempuan yang selama ini hanya dilihatnya di spanduk dan debat di televisi, benar-benar bisa ia temui secara langsung. 

Baca Juga: Dari Lokal ke Global, Kisah Sukses UMKM Berkembang Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

“Cara beliau jawab pertanyaan-pertanyaan di debat Pilkada bagus banget. Bu Rena tegas, tapi ramah dan ngga kebawa emosi. Saya ngga nyangka hari ini bisa ketemu dan salaman langsung sama Bu Rena,” ujar Rohani, di sela-sela kegiatan sapa warga yang diadakan Rena Da Frina bersama timnya di Kampung Rawajaha.

Tak hanya soal kepribadiannya, para ibu di Rawajaha juga sangat mendukung program-program yang akan dilaksanakan Rena Da Frina jika terpilih sebagai wali kota.

Diantaranya soal program beasiswa untuk mahasiswa dan insentif yang lebih besar bagi kader Posyandu, serta guru ngaji.

Salah satu program yang paling mendapat perhatian adalah beasiswa pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak Kota Bogor, terutama untuk mereka yang berprestasi namun terkendala biaya. 

Baca Juga: Bus Listrik Gratis Mengaspal di Kabupaten Bogor Mulai Desember

“Kami berkomitmen untuk memberikan beasiswa sarjana kepada mahasiswa, dengan harapan dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda Kota Bogor untuk maju dan berkembang,” papar Rena Da Frina di hadapan para pendukungnya di Kampung Rawajaha.

Selain itu, di Rawajaha, Rena Da Frina juga menawarkan insentif BOP (Bantuan Operasional Pemerintahan) untuk RT dan RW sebesar Rp1 juta per bulan.

6Program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan-kegiatan di wilayah dan memberikan penghargaan kepada para ketua RT dan RW yang bekerja keras melayani masyarakat.

Yang tak kalah menarik adalah program peningkatan kesejahteraan bagi kader Posyandu.

Rena Da Frina berencana menaikkan insentif bagi kader Posyandu dari yang semula hanya Rp50 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa, terutama untuk ibu dan anak.

Sedangkan bagi guru ngaji, Rena Da Frina juga berencana memberikan insentif Rp400 ribu per bulan.