POJOKBOGOR.id - Calon Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mendatangi Sakola Kopi,yang dirintisnya sejak tiga tahun lalu.

Dedie Rachim membuka Sakola Kopi, yang merupakan sebuah wadah pendidikan informal bagi masyarakat yang ingin berprofesi sebagai roaster dan barista professional.

Dedie Rachim yang kini merupakan salah satu dari lima calon Wali Kota Bogor untuk Pilkada serentak 27 November 2024, menghadiri pembukaan Sakola Kopi dan menjadi pemateri dalam kegiatan bertajuk "Ngariung Pegiat Kopi" yang dihadiri puluhan pegiat dan pelaku industri kreatif kopi di Kota Bogor.

Baca Juga: Nguruling: Hobi Dokter Rayendra yang Berbuah Dedikasi untuk Warga Bogor

Sakola Kopi Bogor berada di lantai 2 Sentra Kuliner Bogor di Jalan Binamarga, Kota Bogor.

Di tempat tersebut terdapat berbagai jenis kopi dan alat pemanggang biji kopi serta berbagai modul aneka penyajian minuman kopi.

Dedie Rachim mengatakan Sakola Kopi menjadi tempat menyiapkan tenaga ahli dan profesional.

Baca Juga: Calon Bupati Bogor Nomor Urut 1 Rudy Susmanto, Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat di Selatan Bumi Tegar Beriman

Sakola Kopi juga bisa menerbitkan sertifikat kepada peserta yang telah menjalani pendidikan dan latihan di sekolah tersebut.

"Sasarannya adalah para anak muda Bogor yang selama ini belum terserap keahlian dan bisa masuk di industri kuliner, cafe, restoran seperti menjadi barista, roaster dan lainnya,” kata Dedie Rachim.

Sakola Kopi akan menghasilkan roaster dan barista sehingga dapat mengisi lapangan pekerjaan baru di industri kreatif kopi di Kota Bogor.

“Insya Allah ini menjadi salah satu langkah kita mengurangi pengangguran di Kota Bogor,” ucapnya.

Baca Juga: Calon Bupati Bogor Rudy Susmanto Kenalkan Program Sajadah

Menurut Dedie, para peserta yang mayoritas anak muda bisa menimba ilmu di Sakola Kopi, yang kemudian, lulusannya, bisa disalurkan ke beberapa kafe di Kota Bogor yang sudah memiliki jaringan dengan Sakola Kopi.

"Jumlah kebutuhan tenaga kerjanya banyak, selama ini belum bisa terpenuhi karena memang sekolah nggak ada, sertifikasi harus ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang. Nah sekarang ada di Kota Bogor,” tandas Dedie Rachim.