POJOKBOGOR.id - Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor bekerja sama dengan Bank Raya dalam upaya mempercepat digitalisasi transaksi di pasar tradisional.

Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan perbankan seperti digital saving dan loan, yang bertujuan mempermudah transaksi dan permodalan bagi para pedagang pasar.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, menyatakan optimisme bahwa kolaborasi ini akan mempercepat digitalisasi pasar tradisional.

Menurutnya, pedagang pasar akan semakin terbantu dengan adanya opsi pembayaran non-tunai serta akses permodalan yang lebih mudah, sehingga produktivitas dan pertumbuhan bisnis mereka dapat meningkat.

“Sistem pembayaran non-tunai dan akses permodalan yang lebih mudah akan membuat para pedagang lebih produktif dan terus berkembang,” ungkap Jenal.

Saat ini, Perumda PPJ mengelola 14 pasar di Kota Bogor dan sekitarnya, dengan lebih dari 6.000 kios pedagang.

Jenal menambahkan bahwa digitalisasi ini penting untuk mempertahankan daya saing pedagang pasar tradisional di era teknologi.

Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, juga menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan misi Bank Raya untuk mendukung pertumbuhan usaha di pasar tradisional melalui pemanfaatan teknologi.

Bank Raya akan memberikan pendampingan agar para pedagang dapat menggunakan produk dan fitur perbankan digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti pembayaran non-tunai dan layanan permodalan.

"Melalui fitur digital seperti QRIS Bisnis, para pedagang dapat melayani pelanggan dengan lebih baik, sementara fitur Saku Bisnis memungkinkan mereka mengelola keuangan bisnis secara terpisah dari keuangan pribadi," jelas Kicky.

Hingga Agustus 2024, pengguna aplikasi Raya tercatat mencapai lebih dari 890 ribu, dengan total transaksi sebesar Rp2,2 juta—naik 83% dibandingkan Agustus 2023.

Kolaborasi ini diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi di pasar tradisional melalui digitalisasi.***