POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengambil langkah inovatif untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di wilayahnya melalui 'Gerakan Berbelanja di Pasar Tradisional'.
Inisiatif tersebut adalah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berbelanja di pasar-pasar rakyat untuk meningkatkan putaran ekonomi lokal.
Direktur Utama Perumda Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa gerakan ini sudah berlangsung selama dua minggu terakhir.
"Alhamdulillah, kami telah menerima surat edaran dari Pemkot Bogor untuk seluruh dinas dan BUMD agar bergiliran berbelanja di pasar rakyat," kata Jenal Abidin.
Ia juga menambahkan bahwa program ini melibatkan seluruh jajaran, mulai dari staf hingga kepala dinas dan direksi BUMD.
"Kedatangan ASN dan BUMD ke pasar-pasar tradisional berhasil menggerakkan ekonomi lokal. Para pedagang menyambut baik inisiatif ini," ujar Jenal.
Untuk memastikan kehadiran ASN dan BUMD di pasar tradisional, Pemkot Bogor telah menyusun jadwal berbelanja secara bergiliran.
"Jadi, setiap dinas sudah ditentukan jadwal dan pasarnya masing-masing," jelas Jenal.
Saat ini, ada empat pasar yang menjadi fokus utama, yaitu Pasar Jambu Dua, Gunung Baru, Tanah Baru, dan Pamoyanan.
"Fokus kami adalah menghidupkan pasar-pasar yang baru direvitalisasi," tambahnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, juga mendukung penuh gerakan ini.
Ia menyatakan bahwa Pemkot Bogor akan membuat jadwal bagi ASN dan BUMD untuk berbelanja pada hari kerja, dari Senin hingga Jumat.
"Tujuannya agar setiap hari ada ASN dan pegawai BUMD yang berbelanja di pasar tradisional," kata Syarifah saat berbelanja bersama jajaran Pemkot Bogor di Pasar Jambu Dua.
Syarifah juga mengimbau warga Kota Bogor untuk mulai berbelanja di pasar tradisional.
"Selain menawarkan berbagai macam komoditas, pasar-pasar tradisional di Kota Bogor kini lebih bersih dan tertata rapi. Akses transportasi juga mudah, dengan Biskita dan angkutan umum lainnya yang tersedia," imbuhnya.
Dengan inisiatif ini, diharapkan pasar tradisional di Kota Bogor akan kembali ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal.
"Jangan khawatir, pasar tradisional sekarang sudah nyaman dan bersih," tandas Syarifah.***



.webp)
