POJOKBOGOR.id - Masa depan Biskita Transpakuan di Kota Bogor terancam suram. Program transportasi publik unggulan ini terganjal beban anggaran yang mencapai Rp50 miliar.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, pesimistis kebutuhan anggaran Biskita Transpakuan dapat tertutupi sepenuhnya oleh APBD Kota Bogor.

"Melihat postur anggaran, saya khawatir tidak semua terpenuhi. Kita perlu memilih skema anggaran yang tepat," ujar Atang.

Kekhawatiran Atang bukan tanpa alasan. Selain Biskita Transpakuan, masih banyak kebutuhan lain yang tak kalah penting, seperti armada sampah, pembangunan sekolah, dan penanganan stunting.

Baca Juga: Pakai Baju Badut, Maling Celana Dalam Babak Belur Dihajar Warga

"Transportasi memang prioritas, tapi kita juga punya kebutuhan lain," tegas Atang.

Di tengah keterbatasan anggaran, Atang mendorong Pemkot Bogor untuk mencari solusi kreatif dengan menggandeng swasta.

"Saya kira ini relevan. Hari ini semua orang butuh pasar warga Kota Bogor," jelas Atang.

Ia meminta Pemkot Bogor untuk segera mencari terobosan kerjasama dengan swasta.

Sementara itu, Atang juga menyarankan agar Pemkot Bogor menunda sementara pembangunan jalur pedestrian, taman kota, dan Alun-alun, dan mengalihkan anggarannya untuk kebutuhan mendesak.***