POJOKBOGOR.id - Lembaga survei Indikator merilis hasil simulasi terbuka 10 nama calon wali Kota Bogor yang bakal melenggang dalam kontestasi pilkada 2024 ini.
Dari simulasi yang dilakukan pada 24 sampai 31 Mei 2024 itu nama mantan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menduduki urutan pertama dengan jumlah 44,0 responden yang memilihnya.
Setelah itu disusul Dokter Rayendra sebanyak 16,9 persen, Sendi Fardiansyah 14,9 persen, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto 3,9 persen dan nama lainnya yang lebih rendah.
Sedangkan itu, untuk responden yang masih bingung dan belum menentukan pilihan ada sekitar 8,2 persen.
Baca Juga: Warga Rumpin Blokade Truk Sampah dari Tangerang Selatan, Khawatir Terjadi Konflik Sosial
Di sisi lain, adapun tiga calon wali Kota Bogor yang paling rendah pertama diisi oleh Aji Jaya Bintara dengan jumlah 0,2 persen, kedua Eka Maulana Djehan sebanyak 0,9 persen dan ketiga Jenal Mutaqin sekitar 1,6 persen.
Pada 20 Juni kemarin, Pengamat politik dari LS Vinus Yusfitriadi menyebutkan, dari hasil analisis survei Vinus, masing masing Bakal Calon Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor, pada umumnya semakin meningkat
Dia lanjut menyebutkan, hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu penggunaan intrumen tertutup, karena responden langsung disodorkan pilihan pilihan yang tertulis jelas.
Kedua, faktor aktifitas bakal calon. Terutama bagi bakal calon yang masuk ke dalam 5 besar dengan prosentasi tertingg, terlihat aktifitas branding di tengah tengah masyarakat, di media dan menggunakan even-event sangat tinggi.
Ketiga, semakin dekat Waktu Pendaftaran Pasangan Calon, sehingga akan terlihat semakin mengkristal bakal calon walikota dan wakil walikota Bogor yang menjadi pilihan masyarakat.
Yus menyebutkan, jika melihat hasil survei kali ini, sudah semakin jelas terlihat peta kekuatan politik masing masing bakal calon.
Baca Juga: XL Axiata Perkuat Program Keberlanjutan dengan Edukasi Karyawan di Sustainability Week
"Ada 2 kekuatan figure yang berpotensi mengambil porsi Calon Walikota, yakni Dedie Rachim dan Dokter Rayendra," tutur Yus dalam keterangan tertulisnya.
Terlebih, sambung dia, jika Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan tereflikasi pada Pilkada Kota Bogor.
"Dedie A Rachim, Sendi dan Aji Jaya saya melihatnya sebagai representasi dari KIM," kata dia.
Adapun Dr Raendi Rayendra dan Atang merupakan reprsentasi di luar KIM. Sehingga Dedie Rachim berpotensi disandingkan dengan figur yang teridentifikasi dari partai partai yang bergabung dengan KIM.
Apalagi, jika dilihat dari kondisi yang berkembang saat ini, baik Dedie Rachim maupun Dr. Raendi Rayendra masing-masing sudah mengantongi satu tiket untuk bisa maju sebagai calon walikota Bogor.
Dedie Rachim sudah mengantongi tiket 9 kursi (PAN, Demokrat dan PSI). Akan berlebih jika jika Partai Golkar dan Partai Gerindra bergabung.
Begitupun Dr Raendi Rayendra disebut sebut sudah mendapatkan tiket dengan mengumpulkan lebih dari 10 kursi (PKB, PDIP dan PPP).
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Mulai Bahas Rencana Pembangunan Daerah untuk 20 Tahun
"Akan sangat berlebih jika PKS dan partai-partai lain yang ditidak bergabung dengan KIM ikut mendukung Dr. Raedi Rayendra," ungkap Yus.
Adapun Sendi dan Aji Jaya Bintara, sampai saat ini belum tersinformasikan partai mana yang sudah akan mendukungnya.
Adapun atang, walaupun PKS merupakan partai pemenang di Kota Bogor, sampai saat ini belum mendapatkan elektabilias yang memadai.
"Konstelasi peta politik akan berubah jika, KIM tidak tereflikasi di Pilkada Kota Bogor dan PKS mencalonkan sendiri, karena PKS sendiri sudah cukup untuk mengusung sendiri pasangan calon walikota dan Wakil Walikota Bogor," ungkap dia.
Seperti diketahui, sebelumnya calon Walikota Bogor 2024-2029, Dedie Rachim telah resmi mendapat surat tugas dari DPP Partai Demokrat di Pilkada 2024 mendatang.
Surat rekomendasi PAN juga telah dikeluarkan dan diserahkan langsung Ketua Umum Zulkifli Hasan untuk Dedie Rachim maju dalam kontestasi Pilkada 20204. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi partai politik lainnya untuk bergabung pada KBM.
Sementara, Dokter Rayendra juga sudah menerima surat tugas dari PDIP Perjuangan dan PKB. Meskipun belum mengantongi surat tugas, namun Sendi Fardiansyah sudah dilirik oleh Nasdem, PKB dan PPP.
Kendati begitu, dukungan partai belum ada satupun yang datang untuk mengusung Aji Jaya Bintara. Bakal Calon Wali Kota Bogor, Aji Jaya Bintara semat mengklaim, bahwa dirinya sudah memegang dukungan dari Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Kan Pak Prabowo juga belum menandatangani surat rekomendasi. Jadi tidak bisa menyimpulkan bahwa saya tidak didukung," ungkap dia saat dihubungi Pojokbogor.id belum lama ini.
Di sisi lain, Partai Gerindra beulm lama ini sudah melihat siapa calon yang akan mendapatkan rekomendasi dari untuk calon wali kota Bogor.
Hal itu bisa terlihat dari beberapa momentum yang ada di partai besutan Prabowo Subianto itu.
Dalam momentum adanya undangan DPD Gerindra Jawa Barat kepada sejumlah bacawalkot Bogor belum lama ini.
Seperti diketahui, dari semua bakal calon, hanya lima orang yang diundang DPD Gerindra Jawa Barat sebagai lanjutan proses penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor.
Lima nama yang diundang itu adalah Jenal Muttaqin dan Sopian Ali Agam yang berasal dari internal.
Sedangkan dari luar kader partai ada tiga orang, yaitu Dedie A Rachim, dr. Raendi Rayendra dan Sendi Fardiansyah.
Dari Kelima nama itu, justru tidak ada nama Aji Jaya Bintara dalam undangan.


.webp)
