POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor menetapkan kasus dugaan keracunan makanan di Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Sekda Kota Bogor Sarifah Sofiah mengungkapkan, saat ini penanganan medis untuk para korban keracunan makanan langsung di bawah kendali pemerintahan kota.

"Statusnya KLB. Jadi kalau KLB harus intesif ya, harus cepat. Jadi ambulan tidak boleh susah, petugas harus tersedia, ketersediaan ruang rawat atau bed harus ada, obat-obatan harus ada. Jadi ditangani bukan skala puskesmas lagi, tapi skala kota," ujar Sarifah, Selasa 4 Juni 2024.

Baca Juga: Ekspor Sekam Bakar ke Belanda, Ade Wardhana Buka Potensi Baru dari Kabupaten Bogor

Puskesmas Cipaku akan menjadi pusat perawatan untuk para korban keracunan makanan.

Apabil kondisi kesehatan warga perlu penanganan medis lebih lanjut, maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

"Jadi semua datang ke sini, nanti dilihat kalau misalnya urgent butuh perawatan, maka dari sini dirujuk ke rumah sakit," ujar dia.

Baca Juga: Rektor IPB University Arif Satria Didapuk Menjadi Wakil Ketua Pansel KPK, Jokowi Langsung Oke Gas

Jumlah korban dugaan keracunan di Kelurahan Cipaku, Kota Bogor, terus bertambah. Data terbaru, per Selasa 4 Juni 2024, jumlahnya bertambah 19 orang.

Sebanyak 15 orang mendapat perawatan di Puskesmas Cipaku, empat lainnya dirujuk ke rumah sakit.

Dengan penambahan kasus itu, maka total keseluruhan korban yang mengalami keracunan mencapai 93 orang.

Baca Juga: Dinkes Kota Bogor Beberkan Pemicu Keracunan Makanan yang Mengorbankan 71 Orang di Acara Haul

Sebelumnya, ada 71 warga Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap makanan saat acara peringatan haul.

Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia akibat keracunan makanan yang berisi nasi uduk dan telur balado.