POJOKBOGOR.id - Dinkes Kota Bogor mengungkapkan keracunan makanan yang menewaskan satu orang di Bogor Selatan diduga dipicu makanan yang disajikan saat tahlilan.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, makanan itu dimasak sehari sebelumnya.
"Kejadiannya (keracunan) kan malam Minggu. Setelah kami telusuri, ternyata pengolahan makanannya dilakukan sehari sebelumnya. Kita akan investigasi, telusuri lagi kronologisnya," kata Sri Nowo Retno pada Selasa 4 Juni 2024.
Baca Juga: Profil Ade Wardhana Adinata, Bakal Calon Bupati Bogor 2024 - 2029
Retno menyebut sampel makanan yang dikonsumsi oleh 71 warga dalam kegiatan haul akan diperiksa di laboratorium.
Dinas Kesehatan Kota Bogor, lanjutnya, masih menyelidiki menu apa yang memicu keracunan makanan ini.
"Ini memang dugaan sumbernya sama, dari makanan yang dimakan di acara itu. Dugaannya adalah, punya riwayat yang sama, kemudian lokasi kejadian sama, jadi dugaannya memang keracunan makanan," kata Sri Nowo.
Baca Juga: 71 Warga Kota Bogor Keracunan Makanan Usai Hadiri Haul, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Selain sampel makanan, Sri Nowo menjelaskan pihaknya mengambil sampel muntah dan feses korban keracunan massal.
Sampel tersebut juga akan dicek di laboratorium.
"Sampel makanan sih kita sedang cek, belum dipastikan ya, karena kan kita mesti cek lab dulu sampel makanannya, kemudian dari muntahannya atau fesesnya. Jadi nanti akan diketahui makanan mana yang menyebabkan (keracunan)," sambungnya.
Baca Juga: Poros Baru, PKS Siap Usung Calon Bupati Bogor
Sebelumnya, 71 warga Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap makanan saat acara peringatan haul.
Dalam peristiwa itu, satu orang meninggal dunia akibat keracunan makanan yang berisi nasi uduk dan telur balado.



