POJOKBOGOR.id - Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah saat yang penting bagi Indonesia untuk menghargai peran pendidikan dalam membangun dan memajukan bangsa.

Setiap tanggal 2 Mei, hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merefleksikan upaya yang telah dilakukan serta tantangan yang masih dihadapi dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Salah satu perayaan Hari Pendidikan Nasional diadakan di SMA Negeri 5 Kota Bogor pada Kamis (02/05/2024).

Dokter Rayendra, yang merupakan Calon Wali Kota Bogor, turut serta dalam acara tersebut dengan tema "Membangun Semangat Baru untuk Pendidikan Berkualitas".

Dalam kesempatan ini, ia menyoroti pentingnya kesehatan mental remaja.

Dokter Rayendra juga menekankan betapa lingkungan sosial sangat memengaruhi remaja. Ia menegaskan bahwa remaja harus memilih teman yang mendukung pertumbuhan mereka, dan menjauhi teman yang tidak memberikan dukungan positif.

"Kembali lagi saya kembali ke SMAN 5 Kota Bogor udah beberapa kali. Mental Health sangat penting saat ini dan tidak bisa disepelekan. Untuk itu, saya hadir lagi di Smanli untuk memberikan pengetahuan tentang apa sih kesehatan mental itu." katanya di acara Hari Pendidikan Nasional.

Dokter Rayendra mengatakan, ada 3 hal ciri mental health yang sering dialami usia remaja, salah satunya adalah kekurangan minat dan juga sikap murung.

"Rasa sedih atau terus kehilangan minat yang mencirikan depresi berat dapat menyebabkan berbagai gejala perilaku dan fisik. Ini mungkin termasuk perubahan dalam pola tidur, nafsu makan, tingkat energi, konsentrasi, perilaku sehari-hari, atau harga diri," bebernya.

Melalui peringatan ini, diharapkan semangat untuk terus mengembangkan minat yang ada di diri sendiri.

Penting para remaja untuk berfikir positif agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.

Selain itu, dalam kesempatan ini Dokter juga berharap sistem pendidikan yang jadi lebih baik.

"Sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan zaman terus ditingkatkan, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak," pungkasnya.***