POJOKBOGOR.id - Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu, membela pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, usai terlibat cekcok dengan sopir truk tambang di Kecamatan Parungpanjang.
Menurutnya, apa yang dilakukan personel dishub tersebut untuk menegakkan aturan yang berlaku di Kabupaten Bogor. “Prinsipnya adalah penegakan aturan,” tegas Asmawa Tosepu, Jumat (5/1).
Asmawa Tosepu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memperkuat kolaborasi dengan TNI-Polri untuk memperketat pengawasan serta mengantisipasi aksi susulan dari sopir truk tambang.
Baca Juga: Personel Dishub Kabupaten Bogor Cekcok dengan Sopir Truk Tambang di Parungpanjang
“Senantiasa berkoordinasi dengan aparat di wilayah dalam hal ini TNI dan Polri,” kata Asmawa Tosepu.
Kepala Dishub Kabupaten Bogor Agus Ridho mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 4 Januari 2024 sekitar pukul 16.10 WIB.
Menurut Agus, cekcok bermula saat petugas Dishub Kabupaten Bogor tengah melaksanakan penegakkan Perbup Nomo 56 tahun 2023 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang.
Baca Juga: Soal Ambruknya Atap Sekolah SDB Polisi 1, DPRD Kota Bogor Akan Panggil Disdik
Penegakkan tersebut, kata dia, dilaksanakan karena saat itu waktu telah menunjukkan pukul 16.10 WIB atau aturan itu selesai. Yang dimana kegiatan itu juga dilakukan sesuai Berita Acara Nomor 551.11/14913/DISHUB/2023.
"Personel sedang menjalankan tugasnya soal uji coba memasukan kendaraan tidak bermuatan dari Kabupaten Tangerang ke Kabupaten Bogor yaitu pada pukul 13.00-16.00 WIB," ungkap Agus, Jumat (5/1).
Karena jam aturan telah selesai, lanjut Agus, para personel Dishub Kabupaten Bogor pun memutarbalikkan kendaraan angkutan tambang.
Baca Juga: KPU Kota Bogor Terima 817.283 lembar surat suara untuk Pemilu 2024
Namun pada saat itu, Agus mengklaim, seorang sopir berinisial ME tidak terima kendaraannya diputar balik petugas.
"Lalu pengemudi itu dengan sengaja melakukan upaya menyenggolkan kendaraan yang dikendarainya terhadap personel dishub yang bertugas yaitu atas nama Slamet Lestariyadi hingga tubuh petugas yang bersangkutan tersenggol oleh kendaraan tersebut," jelas Agus.
Melihat itu, personel dishub yang lain langsung segera membantu Slamet yang tersenggol kendaraan angkutan tambang tersebut.
"Akibat hal tersebut terjadi lah ketegangan antaran personel dishub dengan pengemudi angkutan tambang," kata dia.
Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga Maret Termasuk di Kota Bogor
Di akhir keributan, Agus menyebut pengemudi ME merasa tak terima dan mengancam personel dishub dengan kata kasar.
"Pengemudi terdapat mengancam kepada personel dengan mengeluarkan kata-kata "Awas sia nyah jeleuken sia kapanggih diluar jeng aing (awas kamu ya, ketemu saya diluar)," tandasnya. ***


.webp)
