POJOKBOGOR.id - Polresta Bogor Kota kini tengah mendalami kasus pelecehan santriwati di Kota Bogor yang diduga dilakoni pimpinan ponpes itu,
Diketahui, keempat korban pelecehan santriwati di Kota Bogor itu terjadi pada Januari 2023 lalu.
"Laporan mengenai adanya pelecehan santriwati di Kota Bogor itu sudah ada. Kami tengah mendalami," ungkap Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila.
Disinggung mengenai kasus pelecehan santriwati di Kota Bogor, Rizka enggan membeberkannya.
Dia hanya berjanji, setelah semua keterangan jelas nanti akan disampaikan ke awak media.
"Belum, masih kami tindak lanjuti. Nanti sudah ada ini. Nanti kami sampaikan ke teman-teman," urai dia.
Baca Juga: Seorang Perempuan Diperkosa Pengamen Ondel-ondel di Dalam Toilet Masjid Bogor
Meski begitu, dia mengatakan, saat ini sudah ada keterangan yang jelas mengenai kasus pelecehan santriwati di Kota Bogor.
Dari informasi yang dihimpun, kasus pelecehan santriwati di Kota Bogor ini sudah beberapa dilaporkan ke Polresta Bogor Kota. Namun, hingga Juli 2023 ini, belum ada titik terang atas kasus ini.
Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor Dede Siti Amanah menyebutkan, pimpinan ponpes yang diduga melakukan pelecehan seksual juga masih belum ditindak.
Baca Juga: Tiga Anak Dibawah Umur Diduga jadi Pelaku Pencabulan di Bogor
Untuk kondisi dari empat korban saat ini terus dilakukan pemantauan, terutama kondisi psikologis korban.
"Kami (KPAID) terus dampingi korban sampai saat ini. Terutama psikologis daripada korban sendiri. Pendampingan yang dilakukan KPAID ini keempat orang santriwati ini dilakukan sejak kejadian atau Januari 2023 lalu," ujar Dede.
Dede menjelaskan, untuk empat santriawati ini juga selama beberapa bulan, bertempat tinggal di kediaman KPAID dengan alasan pendampingan.
"Selama beberapa waktu sekian bulan mereka sempat tinggal dirumah saya. Dengan pertimbangan pendampingan. Khususnya psikologis. Mereka butuh komunikasi yang intens," jelas Dede.
Dede menceritakan, saat dilakukan awal pendampingan KPAID kondisi psikologis korban sangat terguncang.
Keempat korban pelecehan santriwati di Kota Bogor ini bahkan sempat menceritakan kehidupannya sangat hancur karena sudah dilecehkan pimpinannnya sendiri.
Bahkan, keempat orang ini juga selama beberapa bulan, bertempat tinggal di kediaman Ketua KPAID untuk alasan pendampingan.
"Selama beberapa waktu, sekian bulan mereka sempat tinggal di rumah saya. Dengan pertimbangan pendampingan," urai dia.
Khususnya psikologis, lanjut dia, korban pelecehan santriwatri butuh komunikasi yang intens.
Saat dilakukan awal pendampingan oleh KPAID, kondisi psikologis korban sangat terguncang.
Keempat orang ini bahkan sempat menceritakan bahwa kehidupannya sangat hancur karena sudah dilecehkan oleh pimpinannnya sendiri.
Meski demikian, Dede menginformasikan kondisi korban selama periode Januari-Juli 2023 ini mulai berangsur membaik. Keempat korban ini sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa.
"Sudah mulai berangsur normal. KPAID terus mendampingi kasus pelecehan santriwati di Kota Bogor ini agar hak dari korban bisa didapatkan yakni keadilan. Kita terus penuhi hak korban," pungkasnya.


