SUKARAJA, POJOKBOGOR.id - Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa yang digelar di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026), tidak hanya menawarkan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.
Bagi warga yang datang langsung, manfaatnya juga terasa dari kemudahan mendapatkan bahan pangan lebih dekat dari tempat tinggal.
Selisih harga pada satu komoditas mungkin terlihat kecil. Namun ketika warga membeli beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dapur lainnya dalam waktu bersamaan, penghematan yang didapat tetap terasa.
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga berharap kegiatan pangan murah seperti ini bisa lebih rutin dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Bogor.
Warga Ingin GPM Lebih Sering Hadir
Antusiasme masyarakat di Sukaraja menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pangan dengan harga terjangkau masih cukup tinggi.
Kehadiran GPM di tingkat kecamatan juga memberikan kemudahan karena warga tidak perlu pergi terlalu jauh untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, sebelumnya menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bukan hanya soal menyediakan komoditas dengan harga lebih murah.
“Melalui GPM ini kami ingin menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengedukasi tentang B2SA,” ujar Andri Hadian, Rabu (29/7/2026).
B2SA merupakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman yang terus didorong kepada masyarakat.
Tidak Sekadar Menjual Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Berbagai komoditas biasanya tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam, cabai, bawang, hingga kebutuhan pangan lainnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya menegaskan bahwa program tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar penjualan bahan pokok.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar program distribusi bahan pokok, tetapi juga wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga Kabupaten Bogor dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (30/12/2025).
Sepanjang 2025 Digelar 546 Kali
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bogor bukan merupakan program yang baru berjalan sekali atau dua kali.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat GPM Istimewa telah dilaksanakan sebanyak 546 kali di berbagai wilayah.
Program tersebut digelar untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Pada 2026, pelaksanaannya kembali dilanjutkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan kegiatan di tingkat kecamatan.
Selain membantu masyarakat, GPM juga menjadi salah satu langkah pengendalian harga pangan dan inflasi daerah.
Manfaatnya Terasa Saat Belanja Sekaligus
Bagi warga, manfaat Gerakan Pangan Murah paling mudah dirasakan ketika beberapa kebutuhan rumah tangga dibeli dalam satu waktu.
Selisih harga mungkin tidak selalu besar jika dihitung satu per satu.
Namun ketika berbagai kebutuhan dibeli sekaligus, total penghematan dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Itulah sebabnya warga berharap kegiatan serupa dapat lebih sering hadir dan semakin dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Pada akhirnya, dampak sebuah program pangan murah tidak hanya bisa dilihat dari jumlah kegiatan atau banyaknya komoditas yang dijual.
Manfaatnya juga terlihat dari warga yang datang, berbelanja, dan merasakan langsung penghematan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.










