POJOKBOGOR.id - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa, Rabu, 29 Juli 2026. Total 3 ton beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung disediakan dengan harga di bawah pasar.

Kepala DKP Kabupaten Bogor Andri Hadian menjelaskan, GPM yanh diselenggarakan kali ini menyedian beras premiun seharga Rp57.000 per 5 kilogram, kemudian minya goreng Rp17.000 per liter, serta gula pasir Rp14.000 per kilogram.

"Kami juga sediang beberapa jenis tepung, seperti tepung ketan, serta tepung tapioka. GPM ini untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengedukasi tentang B2SA," jelas Andri.

Baca Juga: Edarkan Jutaan Berbagai Jenis Narkotika, Polresta Bogor Kota Tangkap Puluhan Tersangka

B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman, merupakan konsep pola konsumsi pangan yang mengutamakan keanekaragaman bahan lokal tanpa harus bergantung pada beras.

Andri menjelaskan, GPM akan terus dilaksanakan rutin sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memastikan ketersedian baham pokok dengan harga terjangkau.

"Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.

Baca Juga: Kedepannya Bansos Bakal Disalurkan Melalui Kopdes Merah Putih, 900 Titik Sudah Disiapkan

Andri mengungkapkan, pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun.

Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Seluruh Masyarakat Indonesia Bakal Kebagian Kompor Listrik Mulai Tahun 2027

“GPM Istimewa dilaksanakan jelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan,” jelasnya. ***