BOGOR.POJOKSATU.id - Permasalah dalam dunia pendidikan di Indonesia seolah tiada henti, belum reda kasus pencabulan 50 santriwati oleh pemelik pesantren kini kejadian serupa kembali terjadi di salah satu sekolah SMA wilayah Cibinong Bogor.
Kasus pelecehan di salah satu sekolah SMA wilayah Cibinong Bogor ini menyeret seorang oknum guru Bimbingan Konseling atau yang biasa disebut dengan BK.
Berdasarkan informasi yang dikutip Pojok Bogor pada Metropolitan mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.
Dikatakan bahwa dugaan tindakan tidak pantas itu bermula saat korban menjalani sesi konseling dengan oknum guru BK di salah satu sekolah SMA wilayah Cibinong Bogor tersebut.
Alih-alih langsung didengarkan, korban justru malah diminta kembali saat jam pelajaran sudah selesai di ruang kelas yang sepi.
Awalnya berjalan seperti sesi konseling biasanya, namun siatuasi curhat tersebut berubah seketikan setelah oknum guru BK tersebut meminta izin untuk memegang bagian tubuh korban.
Bukan hanya sekali, tindakan kurang pantas itu juga dikatakan sudah terjadi beberapa kali bahkan pelaku sering meminta Foto PAP atau foto pribadi korban melalui aplikasi WhatsApp.
Akibat kejadian tersebut korban dikatakan mengalami tekanan dan merasa tidak nyaman untuk bersekolah hingga akhirnya menceritakan kejadian pelecehan tersebut pada kedua orang tuanya.
Mendengar akan kejadian itu, orang tua korban emosi dan langsung mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan pelaku.
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya korban lain.
Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah murid diduga pernah mengalami perlakuan serupa dari pelaku.
Hingga kini, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban maupun langkah penanganan internal yang dilakukan. ***



