BOGOR.POJOKSATU.id – Sebuah peristiwa yang menggetarkan hati dan mengundang keharuan terjadi di Kampung Waru, Kecamatan Parung, pada Sabtu pagi, 14 Juni 2025.
Kebakaran hebat yang melanda sebuah bengkel di wilayah tersebut nyaris menghanguskan seluruh bangunan dan isinya.
Namun di tengah puing-puing yang gosong dan sisa api yang masih membekas, satu mushaf Al-Qur’an ditemukan dalam kondisi utuh, tak tersentuh api sedikit pun.
Bengkel yang terbakar diketahui merupakan tempat usaha milik warga setempat yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal sementara di bagian belakangnya.
Api yang tiba-tiba membesar menghanguskan sebagian besar area bengkel dengan cepat. Saat api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga, mereka terkejut ketika menemukan Al-Qur’an yang berada di salah satu ruangan masih dalam kondisi baik, tidak terbakar, bahkan tidak terkena asap tebal yang memenuhi bangunan saat kebakaran terjadi.
Penemuan mushaf Al-Qur’an yang tetap utuh itu pun menjadi perhatian warga sekitar. Banyak yang berdatangan ke lokasi, bukan hanya untuk melihat kondisi bangunan yang terbakar, tetapi juga untuk menyaksikan langsung kondisi mushaf tersebut.
Tak sedikit warga yang menangis haru dan menyebut kejadian ini sebagai bentuk nyata kebesaran dan kuasa Allah SWT.
Dalam suasana duka akibat musibah tersebut, hadir pula perasaan takjub dan kekaguman yang mendalam atas peristiwa yang diyakini membawa pesan spiritual bagi umat Islam.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa ini bukan hanya sekadar kebetulan, melainkan isyarat agar manusia tidak melupakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
"Kami percaya ini adalah pengingat dari Allah. Di saat segalanya musnah oleh api, firman-Nya tetap utuh. Ini bukan hanya peristiwa biasa, tapi pelajaran bagi kita semua," ujar salah satu warga yang turut membantu pemadaman.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di salah satu bagian bengkel, namun hal ini masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.
Meski bangunan dan harta benda hangus terbakar, keberadaan Al-Qur’an yang tetap terjaga seakan menjadi pelipur lara bagi pemilik bengkel dan warga sekitar.
Tidak sedikit yang kemudian mengambil hikmah dari peristiwa ini, dan menjadikannya sebagai momen untuk memperkuat keimanan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam menghadapi ujian hidup.
Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah beberapa warga mengunggah foto Al-Qur’an yang ditemukan dalam kondisi utuh di tengah puing-puing kebakaran.
Banyak warganet yang memberikan komentar penuh kekaguman dan rasa syukur atas kejadian tersebut, dan berharap agar musibah ini menjadi momentum introspeksi dan kebangkitan spiritual bagi masyarakat luas.
Peristiwa seperti ini memang bukan kali pertama terjadi, namun setiap kali terjadi, selalu mampu menggugah hati banyak orang.
Sebuah mushaf yang tetap utuh di tengah kobaran api seakan menjadi simbol kekuatan spiritual yang tak bisa dijamah oleh unsur duniawi.
Dalam keadaan apapun, kalam Allah tetap terjaga, dan itu menjadi sumber harapan, penguat iman, serta pengingat bagi setiap hati yang mau merenungi. ***



