POJOKBOGOR.id – Persoalan pengelolaan sampah di TPA Galuga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah Bogor Barat selama bertahun-tahun.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut masyarakat di kawasan tersebut telah menghadapi persoalan bau tidak sedap selama sekitar 34 tahun.
Kini, pemerintah menyiapkan pendekatan baru melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Baca Juga: Besok Groundbreaking, Proyek Sampah Jadi Listrik di Galuga Siapkan Investasi 160 Juta Dolar AS
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan serah terima lahan pada Rabu, 16 September 2026.
Selanjutnya, pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada Kamis, 17 September 2026.
“Ini menjadi sebuah momentum semangat kita bersama memberikan sebuah harapan ke depan yang lebih baik lagi untuk Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya masyarakat Bogor di wilayah Barat yang 34 tahun selalu mencium bau kurang sedap, lalu lingkungan juga tercemar,” ujar Pemerintah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Sehari Jelang Groundbreaking PSEL, Ribuan Guru Ngaji Gelar Istighosah untuk Bogor
Galuga Melayani Kabupaten dan Kota Bogor
TPA Galuga bukan hanya berkaitan dengan satu wilayah administratif. Lokasi tersebut selama ini menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Karena itu, perubahan sistem pengelolaan di Galuga memiliki arti penting dalam penanganan sampah di kedua wilayah tersebut.
Pemerintah kini mendorong penggunaan teknologi yang memungkinkan sampah tidak hanya ditimbun, tetapi juga diproses menjadi sumber energi.
Baca Juga: Warga Bogor Hampir Bayar Rp1,6 Juta Usai Ditawari Loker Bergaji Rp5 Juta, Begini Modusnya
Rencana tersebut diharapkan dapat membawa perubahan terhadap tata kelola sampah sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar kawasan.
Bukan Hanya Energi Listrik
Rencana pengembangan Galuga juga mencakup fasilitas pirolisis.
Nilai investasi awal untuk proyek pirolisis tersebut disebut mencapai sekitar Rp600 miliar.
Sementara fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik memiliki investasi awal sekitar 160 juta dolar AS.
Pemerintah menyebut pengerjaan kedua proyek tersebut akan dilakukan secara simultan.
Baca Juga: Warga Parung Geruduk Lokasi, Pria Diduga Pelaku Pelecehan Anak Diamankan Polisi
Kehadiran dua fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengolahan sampah dengan pendekatan yang lebih modern.
Harapan Setelah 34 Tahun
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Galuga, pembangunan fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari harapan terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Pemkab Bogor menyatakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan salah satu tahapan untuk memberikan solusi terhadap persoalan sampah yang selama ini dihadapi.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan fasilitas tersebut.
Baca Juga: Terungkap Kode 'Dua' di Kasus HGB Summarecon Bogor, Fee Rp2 Miliar Berujung Setoran Rp200 Juta
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebijakan dari Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang menempatkan salah satu pengolahan sampah energi listrik berada di Kabupaten Bogor.”
Groundbreaking pada Kamis, 17 September 2026, pun menjadi momentum penting bagi rencana perubahan pengelolaan sampah di Galuga.
Harapannya, teknologi baru tersebut tidak hanya mampu mengolah sampah, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar TPA.



